
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memasang alat high frequency radar di pesisir Sumatera Barat untuk membantu navigasi kapal sekaligus mendeteksi dini gelombang tsunami.
Fungsi Ganda Radar untuk Tsunami dan Navigasi
Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Padang Panjang Suadi Ahadi menjelaskan alat tersebut memiliki fungsi penting dalam sistem mitigasi bencana.
"High frequency radar ini selain untuk navigasi penyeberangan laut, juga bermanfaat untuk mengkonfirmasi kehadiran tsunami," ungkapnya.
Alat ini dipasang di dua titik strategis, yakni di dekat Masjid Al Hakim Kota Padang dan kawasan Taman Anas Malik Kota Pariaman.
Menurut dia, radar tersebut mampu mendeteksi gelombang hingga jarak 140 kilometer sehingga memungkinkan pemantauan lebih cepat dibandingkan sistem sebelumnya.
"Jadi, gelombang tinggi itu bisa dipantau lebih cepat dibandingkan menggunakan tsunami gate," katanya.
Antisipasi Ancaman Megathrust
Pemasangan alat ini dilatarbelakangi tingginya potensi ancaman tsunami megathrust di wilayah Sumatera Barat, khususnya Kota Padang.
Suadi menyebut wilayah tersebut memiliki risiko lebih besar dibanding daerah lain di provinsi tersebut.
"Jadi, Kota Padang memiliki potensi ancaman megathrust yang lebih besar daripada kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat," ujarnya.
BMKG menargetkan perangkat tersebut dapat beroperasi penuh pada Mei 2026 setelah melalui tahap pengaturan frekuensi.
Dengan adanya radar ini, diharapkan proses evakuasi dan penyelamatan dapat dilakukan lebih cepat untuk melindungi sekitar 500 ribu penduduk yang tinggal di wilayah pesisir.
- Penulis :
- Aditya Yohan








