
Pantau - Anggota DPR RI Aboe Bakar Al-Habsyi menitikkan air mata saat menyampaikan permohonan maaf usai menjalani pemeriksaan di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI terkait ucapannya yang menyinggung ulama dan tokoh agama di Pulau Madura.
Permintaan maaf tersebut disampaikan setelah pernyataannya dalam rapat Komisi III DPR RI bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) menuai sorotan publik.
Ia mengakui kesalahannya karena penggunaan bahasa yang dinilai dapat menimbulkan berbagai persepsi di tengah masyarakat.
Permintaan Maaf kepada Warga dan Ulama Madura
Aboe Bakar menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Madura, termasuk ulama dan tokoh masyarakat di empat kabupaten.
"Mulai dari Bangkalan, Sampang, Sumenep dan Pamekasan. Warga Madura, ulama-ulama, tokoh-tokoh masyarakat semua. Saya harus mengatakan saya minta maaf," ungkapnya.
Ia menegaskan telah memberikan keterangan secara lengkap kepada MKD DPR RI dalam proses pemeriksaan yang dijalaninya.
Ia juga menekankan bahwa tidak memiliki niat untuk menyudutkan ulama maupun pesantren di wilayah tersebut.
Klarifikasi Pernyataan dan Sorotan Bahaya Narkoba
Aboe Bakar menjelaskan bahwa pernyataannya disampaikan dalam konteks keprihatinan terhadap ancaman narkotika yang semakin meluas.
"Perlu saya jelaskan bahwa pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks keprihatinan agar BNN untuk membantu agar narkoba tidak masuk ke wilayah-wilayah pesantren dan masyarakat," jelasnya.
Ia menyoroti bahwa penyebaran narkoba kini telah menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak lembaga pendidikan keagamaan untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat upaya pencegahan narkotika.
"Namun saat ini cara penyampaian saya yang kurang tepat. Saya ulangi lagi pernyataan saya kurang tepat. Sehingga menimbulkan multitafsir," katanya.
Ia menegaskan bahwa ulama dan pesantren merupakan pilar utama dalam menjaga moral dan akhlak bangsa serta memiliki peran strategis dalam pemberantasan narkoba.
Pernyataan Awal dan Evaluasi Diri
Sebelumnya dalam rapat dengan BNN, Aboe Bakar sempat menyinggung dugaan keterlibatan oknum ulama dan pesantren dalam jaringan narkotika dan meminta dilakukan pengecekan.
"Saya khawatir yang bermain-main ini yang punya posisi atau pebisnis besar," ujarnya.
Ia menyebut peristiwa ini sebagai pelajaran berharga untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pandangan di ruang publik.
"Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk lebih berbaik hati dalam menyampaikan, lebih berhati-hati, maksud saya, dalam menyampaikan pandangan di ruang publik," tutupnya.
- Penulis :
- Shila Glorya








