HOME  ⁄  Nasional

Lebaran Betawi Perkuat Identitas Jakarta sebagai Kota Global Berbudaya

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Lebaran Betawi Perkuat Identitas Jakarta sebagai Kota Global Berbudaya
Foto: (Sumber : Warga mengunjungi stan budaya saat Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/agr..)

Pantau - Perhelatan Lebaran Betawi menjadi momentum penting dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal di tengah upaya Jakarta memposisikan diri sebagai kota global yang tetap berakar pada tradisi.

Acara tahunan yang digelar usai Idulfitri ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat identitas budaya masyarakat Betawi sebagai penduduk asli Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pentingnya menjaga eksistensi budaya Betawi di tengah modernisasi kota.

"Budaya Betawi adalah identitas utama yang harus terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman," ujarnya saat pembukaan Lebaran Betawi.

Warisan Budaya Betawi Terus Dilestarikan

Budaya Betawi dikenal memiliki kekayaan tradisi, mulai dari kesenian seperti ondel-ondel, lenong, tanjidor, hingga gambang kromong.

Selain itu, kuliner khas seperti kerak telor, soto Betawi, dan gabus pucung serta busana tradisional seperti kebaya encim dan baju sadariah turut menjadi bagian penting identitas budaya.

Tradisi palang pintu juga masih dilestarikan dalam berbagai acara adat sebagai simbol nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui festival, tetapi juga melalui pendidikan dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Lebaran Betawi Jadi Simbol Persatuan dan Tradisi

Lebaran Betawi pertama kali digagas oleh Badan Musyawarah (Bamus) Betawi pada 2008 sebagai ajang mempererat silaturahmi masyarakat.

Seiring waktu, acara yang awalnya hanya berlangsung satu hari kini berkembang menjadi tiga hari karena tingginya antusiasme masyarakat.

Ketua Umum Bamus Betawi Riano P. Ahmad menyebut Lebaran Betawi memiliki peran strategis dalam menjaga tradisi sekaligus mempererat persatuan warga.

Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya membutuhkan upaya berkelanjutan agar tidak hanya menjadi tontonan, tetapi tetap hidup dalam keseharian masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat, Lebaran Betawi diharapkan terus menjadi agenda budaya yang memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang tetap menjunjung tinggi kearifan lokal.

Penulis :
Aditya Yohan