HOME  ⁄  Lifestyle

Japan Airlines Siapkan Proyek Pengiriman Benda Warisan Budaya ke Bulan pada 2028

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Japan Airlines Siapkan Proyek Pengiriman Benda Warisan Budaya ke Bulan pada 2028
Foto: Ilustrasi - Bendera nasional Jepang terlihat di depan sebuah gedung. (sumber: ANTARA/Anadolu)

Pantau - Japan Airlines berencana meluncurkan layanan pengangkutan benda-benda bernilai budaya ke bulan melalui proyek bernama Proyek Warisan Trans-Bulan ARGO yang ditargetkan mulai berjalan pada 2028.

Program tersebut disiapkan untuk melindungi benda warisan budaya yang berisiko hilang akibat perubahan iklim, bencana alam besar, hingga konflik yang dapat merusak aset budaya di bumi.

Layanan ini merupakan hasil kerja sama antara Jalux Inc. dan ispace Inc. yang akan memanfaatkan wahana pendarat bulan milik ispace untuk mengirim berbagai barang budaya dan produk unggulan perusahaan ke permukaan bulan.

Pendaftaran slot transportasi pengiriman barang dijadwalkan mulai dibuka pada Rabu sebagai tahap awal realisasi proyek antariksa tersebut.

Kotak Khusus Disiapkan untuk Menyimpan Barang Budaya

Barang-barang budaya yang dikirim ke bulan nantinya akan ditempatkan di dalam kotak khusus yang dirancang mampu bertahan di lingkungan bulan.

Kotak penyimpanan tersebut memiliki ukuran sekitar 20 sentimeter untuk panjang dan lebar serta tinggi sekitar 10 sentimeter.

Bagian dalam kotak akan dibagi ke dalam beberapa segmen penyimpanan agar mampu menampung berbagai jenis benda budaya dan produk khas daerah.

Muatan yang akan dikirim meliputi produk khas daerah Jepang serta berbagai produk unggulan perusahaan yang dinilai memiliki nilai budaya dan historis.

Sektor Antariksa Jepang Dinilai Semakin Berkembang

Proyek ini muncul di tengah pertumbuhan sektor bisnis antariksa Jepang yang terus berkembang seiring penurunan biaya peluncuran luar angkasa.

Manajer senior PwC Consulting LLC, Yosuke Enomoto mengatakan banyak perusahaan yang sebelumnya tidak bergerak di sektor antariksa mulai mencari peluang bisnis baru.

“Banyak perusahaan yang sebelumnya tidak bergerak di sektor antariksa mulai mencari peluang bisnis melalui pemanfaatan teknologi mereka sendiri,” ungkap Enomoto.

Meski demikian, Enomoto menilai perjalanan luar angkasa masih tergolong mahal bagi masyarakat umum.

“Keamanan perjalanan serta kemajuan teknologi masih diperlukan agar biaya perjalanan antariksa dapat semakin ditekan,” ujarnya.

Jika program tersebut berhasil direalisasikan, Japan Airlines akan menjadi maskapai penerbangan pertama di dunia yang mengangkut barang ke bulan.

Penulis :
Arian Mesa