
Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi melalui Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Fauzan menegaskan kampus harus menjadi ruang integrasi antara ilmu pengetahuan dengan kesadaran ketuhanan dalam kegiatan Rangkaian Shalat Idul Adha di Masjid Ukhuwah Islamiyah Universitas Indonesia yang dipantau daring melalui YouTube pada Rabu (27/5/2026).
Fauzan mengungkapkan, “Kampus harus memfasilitasi ruang-ruang akademik di mana ilmu pengetahuan diintegrasikan secara utuh dengan kesadaran ketuhanan.”
Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai kawah candradimuka pembentukan karakter peserta didik yang transendental.
Pendidikan dan Kesadaran Spiritual
Menurut Fauzan, ketauhidan dan kepasrahan tidak dibangun melalui indoktrinasi buta, melainkan melalui pencarian ilmiah, observasi empiris, dan penalaran kritis.
Ia menyebut proses akademik harus mampu menghadirkan makna spiritual dalam setiap aktivitas pembelajaran di lingkungan kampus.
Fauzan juga meminta para pendidik terus menumbuhkan kesadaran bermakna agar peserta didik tidak hanya berkembang secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi moral yang kuat.
Soroti Krisis Moral di Era Disrupsi
Fauzan menyoroti perkembangan teknologi yang sangat cepat pada era disrupsi saat ini sering kali tidak diiringi kematangan moral masyarakat.
Ia menyebut banyak manusia kehilangan arah hidup, mengalami kekeringan spiritual, dan terjebak budaya individualistik.
Menurutnya, gaya pendidikan partisipatif penting diterapkan karena mampu menghargai peserta didik, membangun komunikasi dua arah, bersifat demokratis, dan tetap sarat nilai ketundukan moral.
Fauzan menegaskan, “Melalui keterpaduan antara keteladanan pendidik dan cara berpikir anak didik, perguruan tinggi dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas otaknya, namun juga kokoh kepasrahan jiwanya di tengah badai krisis mental global.”
Ia menilai perpaduan antara keteladanan pendidik dan pola pikir peserta didik dapat melahirkan lulusan yang cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, dan mampu menghadapi krisis mental global.
- Penulis :
- Arian Mesa





