
Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon membahas proses alih kepemilikan Museum Papua di Gelnhausen, Jerman, kepada pemerintah Indonesia dalam pertemuan bersama pendiri sekaligus pengelola museum, Werner Weiglein, di Jakarta.
Pembahasan tersebut dilakukan dalam pertemuan di Kantor Kementerian Kebudayaan RI pada Selasa (26/5).
Fadli Zon menyampaikan rencana melibatkan Dewan Penyantun Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan dalam proses alih kepemilikan museum tersebut.
Ia juga mendorong diskusi mendalam dengan berbagai pihak terkait guna mengumpulkan masukan mengenai proses alih kepemilikan museum beserta koleksi Werner Weiglein yang mencapai lebih dari 1.700 objek budaya.
Pemerintah Siapkan Proses Hibah Museum
Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta mengatakan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan membutuhkan sejumlah data dan dokumen untuk mengurus penerimaan hibah museum tersebut.
Data yang diperlukan meliputi luas bangunan serta dokumen resmi terkait properti Museum Papua sebagai bahan telaah sebelum penerbitan taksiran nilai bangunan dan koleksi yang akan diserahkan kepada pemerintah Indonesia.
Museum Papua yang berada di Jerman dinilai memiliki peran penting dalam memperkenalkan warisan etnografi Papua kepada masyarakat internasional.
Werner Weiglein diketahui aktif mengoleksi berbagai objek budaya sejak tahun 1970-an dan mulai melakukan perjalanan ke sejumlah wilayah Indonesia seperti Sulawesi dan Papua pada dekade 1980-an.
Kemenbud Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia
Menteri Kebudayaan juga mengapresiasi langkah Werner Weiglein yang telah mendigitalisasi benda-benda koleksi pribadinya sebelum diserahkan kepada pemerintah Indonesia.
Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia melalui pelestarian, dokumentasi, dan promosi kekayaan budaya nasional.
Upaya alih kepemilikan Museum Papua di Jerman tersebut dinilai menjadi bagian dari langkah pemerintah memperluas pelindungan dan pengenalan warisan budaya Indonesia di tingkat internasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





