HOME  ⁄  Nasional

KOI Luncurkan Game Changer Award untuk Apresiasi Kontribusi Besar Insan Olahraga Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

KOI Luncurkan Game Changer Award untuk Apresiasi Kontribusi Besar Insan Olahraga Indonesia
Foto: (Sumber : Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari (kanan) memimpin rapat bersama jajarannya di Jakarta, Rabu (15/4/2026). ANTARA/Dok. NOC Indonesia.)

Pantau - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KOI) menghadirkan program Game Changer Award sebagai bentuk penghargaan bagi insan olahraga yang berkontribusi nyata dalam memajukan ekosistem olahraga nasional.

Apresiasi untuk Seluruh Ekosistem Olahraga

Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari mengatakan penghargaan ini tidak hanya ditujukan kepada atlet, tetapi juga pihak-pihak di balik layar yang berperan penting dalam perkembangan olahraga Indonesia.

"(Program Game Changer Award) Ini adalah cara kami berterima kasih kepada seluruh ekosistem yang menghidupkan olahraga Olimpiade Indonesia," katanya.

Ia menegaskan bahwa banyak pihak seperti pelatih, ofisial, jurnalis, relawan, hingga pemimpin federasi memiliki kontribusi besar yang selama ini tidak selalu terlihat.

"Game Changer Award lahir untuk memastikan mereka tidak pernah terlupakan," ujarnya.

Mekanisme Penilaian dan Agenda KOI 2026

Program ini akan mulai dijalankan pada Rapat Anggota Tahunan KOI yang digelar di Jakarta pada 9 Mei 2026.

Penghargaan terdiri dari sembilan kategori dan akan ditentukan melalui seleksi panel juri independen yang melibatkan jurnalis serta Olympian seperti Richard Sam Bera dan Krisna Bayu untuk menjamin objektivitas.

Selain peluncuran penghargaan, rapat tersebut juga akan membahas sejumlah agenda strategis seperti penerimaan anggota baru, yakni Indonesia Cheerleader Association dan Perkumpulan Besar Padel Indonesia.

KOI juga akan mengesahkan laporan kinerja tahun 2025 serta melakukan restrukturisasi National Olympic Academy guna memperkuat pendidikan nilai-nilai Olympisme.

"Dengan fondasi yang semakin kuat, kami optimistis Indonesia siap bersaing di level tertinggi," kata Oktohari.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti