
Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menganugerahkan medali Dag Hammarskjöld secara anumerta kepada dua personel perdamaian asal Indonesia yang gugur saat menjalankan tugas misi perdamaian dunia sepanjang 2025.
Dua Personel Indonesia Terima Penghargaan Anumerta
Penghargaan tersebut diberikan dalam upacara peringatan Hari Internasional Penjaga Perdamaian PBB yang berlangsung di Markas Besar PBB, New York, pada Jumat (5/6/2026).
Dalam keterangan Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk PBB di New York, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerahkan medali bergengsi tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada personel penjaga perdamaian yang gugur dalam tugas.
“Dalam upacara tersebut, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menganugerahkan medali Dag Hammarksjold yang prestisius untuk menghormati pasukan perdamaian PBB yang mengorbankan nyawa mereka untuk perdamaian dunia sepanjang tahun 2025. Indonesia memberikan penghormatan terdalam kepada personel kita yang gugur,” demikian keterangan PTRI New York.
Dua personel Indonesia yang menerima penghargaan itu adalah Kopral Dua Eko Prambudi Santoso yang bertugas pada Misi Stabilisasi Organisasi PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO) dan Brigadir Polisi Kepala Sri Widodo yang bertugas pada Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA).
Medali tersebut diterima oleh Utusan Tetap RI untuk PBB Umar Hadi yang didampingi Penasihat Militer PTRI New York Brigadir Jenderal Robertus Subono.
Indonesia Tegaskan Komitmen untuk Perdamaian Dunia
PTRI New York menegaskan pengorbanan kedua personel tersebut mencerminkan komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia melalui misi penjaga perdamaian PBB.
“Pengorbanan mereka merupakan bukti akan dedikasi Indonesia terhadap perdamaian yang tak akan luntur,” ungkap PTRI New York.
Menurut data Pusat Informasi PBB (UNIC) Indonesia, medali Dag Hammarskjöld tahun ini juga dianugerahkan secara anumerta kepada 66 personel militer, polisi, dan sipil lainnya yang gugur saat bertugas bersama PBB.
Dengan tambahan dua personel Indonesia, total penerima penghargaan anumerta pada 2026 mencapai 68 orang.
Saat ini lebih dari 50.000 personel penjaga perdamaian dari 118 negara berpartisipasi dalam 11 misi perdamaian PBB di berbagai wilayah konflik.
Indonesia tercatat sebagai kontributor terbesar keenam pasukan penjaga perdamaian PBB dengan hampir 2.000 personel militer dan polisi, termasuk 156 perempuan, yang bertugas di sejumlah misi internasional.
Sementara itu, empat personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur saat menjalankan tugas bersama Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) pada awal 2026 dijadwalkan menerima medali Dag Hammarskjöld pada 2027.
- Penulis :
- Aditya Yohan





