HOME  ⁄  Nasional

Menteri Transmigrasi Serahkan Ijazah Wisudawan Patriot ITS yang Wafat Usai Mengabdi di Sulawesi Tengah

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Menteri Transmigrasi Serahkan Ijazah Wisudawan Patriot ITS yang Wafat Usai Mengabdi di Sulawesi Tengah
Foto: Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara bersama Rektor ITS Prof Bambang Pramujati saat menyerahkan ijazah kepada orang tua almarhum Abdul Rohid dalam Wisuda ke-133 ITS di Surabaya, Sabtu 18/4/2026 (sumber: Humas ITS)

Pantau - Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyerahkan ijazah almarhum wisudawan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Abdul Rohid, kepada orang tuanya dalam Wisuda ke-133 ITS di Grha Sepuluh Nopember, Surabaya, Sabtu, 18 April 2026.

Penyerahan ijazah tersebut menjadi bentuk penghormatan negara atas dedikasi Abdul Rohid sebagai anggota Tim Ekspedisi Patriot (TEP) yang mengabdi di Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya, Sulawesi Tengah.

"Almarhum Abdul Rohid tidak hanya menyelesaikan studi, namun ia telah menyelesaikan tugas hidupnya sebagai anak yang berbakti, manusia yang berguna, dan patriot bagi bangsanya," ungkap Iftitah.

Pengabdian hingga Akhir Hayat

Abdul Rohid diketahui menunda wisudanya sejak September 2025 demi menjalankan tugas pengabdian bersama TEP di wilayah transmigrasi tersebut.

Dalam masa pengabdian itu, kondisi kesehatannya menurun hingga akhirnya wafat saat menjalankan tugasnya.

Rektor ITS Bambang Pramujati menyampaikan duka sekaligus kebanggaan atas keteladanan almarhum selama masa pengabdian.

Prosesi wisuda berlangsung haru ketika kedua orang tua almarhum menerima ijazah yang diserahkan langsung di hadapan para peserta wisuda.

Prestasi Akademik dan Warisan Inovasi

Abdul Rohid merupakan lulusan program studi D4 Teknologi Rekayasa Instrumentasi, Departemen Teknik Instrumentasi Fakultas Vokasi ITS.

Ia menyelesaikan studinya dalam delapan semester dengan IPK 3,58 dan predikat cumlaude.

Gelar Sarjana Terapan Teknik (STrT) diberikan sebagai simbol bahwa almarhum telah menuntaskan pengabdian akademik dan sosialnya.

Keluarga almarhum juga menyerahkan prototipe Smart Air Purifier and Humidifier karya Abdul Rohid kepada ITS sebagai bukti kontribusi akademik dan inovasinya.

Kementerian Transmigrasi memberikan beasiswa kepada adik almarhum hingga lulus SMK sebagai bentuk perhatian.

ITS turut menyiapkan pendampingan pendidikan lanjutan bagi adik almarhum sebagai bagian dari dukungan institusi.

Kepergian Abdul Rohid meninggalkan duka mendalam sekaligus nilai keteladanan tentang pengabdian dan kemanusiaan serta memperkuat kontribusi ITS dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas dan pertumbuhan ekonomi.

Penulis :
Leon Weldrick
Editor :
Tria Dianti