
Pantau - Gunung Semeru di perbatasan Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Minggu (19/4/2026) pukul 07.06 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat daya.
Petugas melaporkan, "Gunung Semeru erupsi pada pukul 07.06 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak, atau ketinggian 4.676 meter di atas permukaan laut mdpl,".
Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan berdurasi sekitar 4 menit 31 detik.
Selain itu, erupsi disertai awan panas guguran sejauh 4 kilometer ke arah Besuk Kobokan.
"Erupsi Gunung Semeru itu disertai awan panas guguran sejauh 4 kilometer dari puncak ke arah Besuk Kobokan," ungkap petugas.
Erupsi susulan kembali terjadi pada pukul 07.33 WIB dan 10.15 WIB, namun visual letusan tidak teramati karena tertutup kabut.
Status Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga.
Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer.
Aktivitas juga dilarang dalam radius 5 kilometer dari kawah untuk menghindari bahaya lontaran batu pijar.
Warga diminta mewaspadai potensi awan panas, aliran lava, dan lahar di wilayah Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, serta Besuk Sat, termasuk potensi lahar di anak sungai yang berhulu dari Besuk Kobokan.
- Penulis :
- Gerry Eka








