HOME  ⁄  Nasional

PKB dan MCA Perkuat Hubungan Politik untuk Dorong Kerja Sama Indonesia-Malaysia

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

PKB dan MCA Perkuat Hubungan Politik untuk Dorong Kerja Sama Indonesia-Malaysia
Foto: Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Muhaimin Iskandar bersama Wakil Presiden MCA Lawrence Low dan sejumlah peserta pertemuan, di Kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa 21/4/2026 (sumber: PKB)

Pantau - Abdul Muhaimin Iskandar memperkuat hubungan antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Malaysian Chinese Association (MCA) melalui pertemuan di Jakarta pada Selasa, 21 April 2026.

Pertemuan tersebut berlangsung di kantor DPP PKB dengan dihadiri delegasi MCA dan sejumlah pengurus PKB sebagai upaya mempererat kerja sama politik kedua negara.

Penguatan Hubungan Politik Indonesia-Malaysia

Dalam sambutannya, Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, "Selamat datang kepada bapak dan ibu dari MCA di kantor DPP PKB. Kami sangat berbahagia dan berterima kasih atas kehadiran bapak ibu sekalian untuk berkunjung, berkenalan, dan bersilaturahmi, sehingga kita bisa saling mengenal dan semakin dekat. Semoga pertemuan ini membawa sinergi, kolaborasi, dan kerja sama".

Ia menjelaskan bahwa PKB merupakan partai berbasis keagamaan yang menjunjung tinggi keterbukaan dan pluralitas di Indonesia.

Ia menilai hubungan Indonesia dan Malaysia yang erat secara geografis, budaya, dan sejarah perlu terus dikembangkan secara produktif melalui kolaborasi lintas sektor.

Abdul Muhaimin Iskandar juga mengungkapkan, "Kami terdiri dari berbagai latar belakang, termasuk dari komunitas Tionghoa. Wakil ketua umum kami, Rusdi Kirana, pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, dan kini menjabat Wakil Ketua MPR RI. Ada juga Daniel Johan yang telah empat kali menjadi anggota DPR RI, serta banyak kader lainnya di berbagai bidang".

Harapan Kerja Sama Lintas Sektor

Wakil Presiden MCA Lawrence Low menyambut positif pertemuan tersebut dan berharap menjadi awal kerja sama yang lebih luas antara kedua partai.

Ia mengatakan, "Saya berharap pertemuan ini dapat membuka kerja sama antara kedua partai. Tidak hanya di bidang politik, tetapi juga ekonomi, perdagangan, pendidikan, dan sektor lainnya".

Lawrence Low menjelaskan bahwa MCA berdiri sejak 1949 dan merupakan bagian dari Barisan Nasional dengan basis kuat komunitas Tionghoa di Malaysia.

Dalam pertemuan tersebut, Abdul Muhaimin Iskandar didampingi oleh Ida Fauziyah, Faisol Riza, Muhammad Kadafi, Ais Shofiah Asfar, Nadya Alfi Raihana, Riezal Ilham Pratama, dan Gielbran Muhammad Nur.

Delegasi MCA yang hadir antara lain Dato’ Wong Tat Chee, Dato’ Lee Ban Seng, dan Tee Hooi Ling.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia melalui jalur politik sekaligus mendorong kolaborasi konkret di berbagai sektor strategis.

Penulis :
Shila Glorya