
Pantau - PPIH Arab Saudi menerapkan pengaturan jamaah haji Indonesia per rombongan di bus bandara untuk memastikan pelayanan lebih tertib dan terintegrasi sejak kedatangan di Madinah.
Skema Rombongan untuk Kelancaran Pergerakan
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengatur jumlah jamaah dalam armada bus sesuai rombongan sejak tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz (AMAA) Madinah.
Kepala Daerah Kerja Bandara PPIH Arab Saudi Abdul Basir menyebut langkah ini dilakukan agar proses pergerakan jamaah lebih tertib dan cepat.
"Kalau sejak awal rombongan sudah tertata, maka saat turun pesawat, keluar gerbang (gate), hingga naik bus akan lebih tertib dan cepat," ujarnya.
Ia menjelaskan padatnya arus kedatangan jamaah haji 2026 membuat potensi terpisahnya rombongan semakin tinggi sehingga kedisiplinan jamaah sangat diperlukan.
PPIH juga meminta para pendamping jamaah sejak dari Tanah Air aktif mengarahkan anggota rombongannya agar tetap bersama hingga proses keberangkatan dari bandara selesai.
Penyesuaian Kapasitas dan Apresiasi Jamaah
PPIH menegaskan satu bus diupayakan diisi oleh jamaah dari satu rombongan yang sama demi kenyamanan perjalanan.
Satu rombongan umumnya terdiri dari 40 orang, sementara kapasitas bus mencapai 45 orang dan akan terus dikoordinasikan dengan otoritas transportasi Arab Saudi.
Seorang jamaah asal Kabupaten Langkat, Ahmad Fitria, mengapresiasi pelayanan petugas yang dinilai sigap dan tertata sejak kedatangan.
"Banyak senyum dan sapaan, petugas juga mengatur kami supaya tertib. Waktu yang dibutuhkan dari tempat istirahat di bandara sampai naik ke bus juga cukup singkat," ujarnya.
Ia menilai pembatasan penumpang sesuai rombongan membuat perjalanan lebih nyaman dan kondusif bagi jamaah.
PPIH berharap pengaturan ini dapat meningkatkan kualitas layanan serta mendukung kelancaran ibadah haji di Tanah Suci.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf








