
Pantau - Presiden Prabowo Subianto disebut secara langsung mendesain kaos untuk peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang akan digelar di Monumen Nasional pada 1 Mei mendatang.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Jakarta.
"Saya dipanggil oleh Presiden, duduk berdua. Beliau mendesain khusus kaos May Day. Ini yang harus saya sampaikan ke publik, begitu sayangnya beliau sama buruh," ungkapnya.
Perhatian Sejak Awal Maret
Andi menjelaskan perhatian Presiden terhadap peringatan May Day sudah dimulai sejak awal Maret dengan keterlibatan langsung dalam proses desain.
Ia mengatakan Presiden memperhatikan representasi buruh dalam desain kaos, termasuk keberadaan buruh perempuan.
"Desainnya betul-betul dari beliau langsung. 'Andi, mesti ada lihat (karakter buruh, red.) perempuannya. Jangan buruh laki-lakinya kelihatan', kami kasih. Kurang, 'perempuannya jangan cuma satu, tambah lagi.' Itu luar biasa," ia mengungkapkan.
Selain desain, Presiden juga meminta bahan kaos yang nyaman agar para buruh tidak merasa kepanasan saat acara berlangsung.
"Seorang Presiden, seorang kepala negara, sejak tiga bulan sebelum May Day sudah berpikir soal buruh jangan kepanasan," katanya.
Fasilitas dan Pembiayaan dari Dana Pribadi
Tak hanya kaos, Presiden juga disebut menyiapkan payung untuk melindungi buruh dari panas matahari selama kegiatan berlangsung.
"Bahkan, 'Nanti Pak Andi, saya tidak ingin buruh keluar dari Monas cemberut'," ujarnya.
Andi menegaskan seluruh pembiayaan kaos dan payung tersebut berasal dari dana pribadi Presiden Prabowo Subianto.
"Kaos, payung, semua dari dana pribadi Presiden Prabowo Subianto. Itu saya tahu persis," ungkapnya.
Peringatan May Day di Monumen Nasional dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 1 Mei dan diperkirakan dihadiri ratusan ribu buruh dari berbagai daerah serta melibatkan berbagai konfederasi serikat pekerja di Indonesia.
- Penulis :
- Leon Weldrick







