
Pantau - Pemerintah Kota Surabaya melakukan penataan ulang Kebun Binatang Surabaya (KBS) sebagai bagian dari transformasi ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat konservasi satwa, tetapi juga mencerminkan wajah kota yang modern dan inklusif.
Transformasi KBS Jadi Ruang Interaksi Publik
Penataan difokuskan pada area pintu masuk, plaza, serta lanskap ikonik patung Sura dan Baya agar lebih terbuka dan terintegrasi dengan lingkungan kota.
Konsep ini mengedepankan pengalaman pengunjung dengan menjadikan kebun binatang sebagai pintu masuk interaksi masyarakat dengan ruang kota.
Langkah tersebut menandai perubahan fungsi KBS dari sekadar destinasi rekreasi menjadi ruang publik yang lebih hidup dan representatif.
Namun, penataan fisik ini juga memunculkan pertanyaan terkait sejauh mana perubahan tersebut mampu menjawab tantangan identitas, keberlanjutan, dan daya saing wisata edukasi.
Peran Konservasi dan Daya Tarik Wisata
KBS tetap berperan sebagai institusi konservasi yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan Kota Surabaya.
Data pengelola menunjukkan jumlah kunjungan mencapai lebih dari dua juta orang pada 2025, meningkat sekitar lima hingga sepuluh persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka tersebut menegaskan bahwa KBS masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk rekreasi edukatif yang terjangkau.
Transformasi yang dilakukan diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara fungsi konservasi, edukasi, dan kebutuhan ruang publik di tengah dinamika kota modern.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







