
Pantau - Polda Metro Jaya menyatakan sebanyak 10 jenazah korban kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur masih belum teridentifikasi hingga Selasa (28/4).
Proses Identifikasi Masih Berlangsung
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan seluruh jenazah saat ini berada di RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.
"Proses identifikasi terus dilakukan oleh tim gabungan guna memastikan data korban dapat segera diketahui dan disampaikan kepada pihak keluarga," ungkapnya.
Ia mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera mendatangi RS Polri guna membantu proses pencocokan data.
"Langkah ini dilakukan guna membantu proses pencocokan data serta mempercepat pengidentifikasian korban," ujarnya.
Pihak kepolisian juga terlibat dalam pengamanan lokasi, evakuasi, serta pemulihan pascakejadian.
“Polisi turut mendukung evakuasi, pemulihan, dan pengidentifikasian korban agar seluruh proses penanganan dapat berjalan dengan cepat dan tepat,” katanya.
Korban Meninggal Bertambah Jadi 14 Orang
Berdasarkan data terbaru PT Kereta Api Indonesia (Persero), jumlah korban meninggal dunia dalam insiden tersebut mencapai 14 orang hingga pukul 08.45 WIB.
Seluruh korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Sementara itu, sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Insiden bermula saat kendaraan melintas di perlintasan rel di sekitar Stasiun Bekasi Timur dan tertabrak kereta yang melaju sehingga memicu kecelakaan.
Petugas yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.
- Penulis :
- Aditya Yohan







