
Pantau - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan pentingnya keselarasan program antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan masalah kesehatan di Tanah Papua, khususnya AIDS, tuberkulosis, malaria, dan kusta.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis Percepatan Eliminasi penyakit menular di Kabupaten Jayapura, Papua.
“Kita tahu bahwa masalah kesehatan ini urusan pemerintah yang wajib dan terikat secara langsung dengan pelayanan dasar,” ungkapnya.
Sinergi Pusat dan Daerah
Wiyagus menyebut pemerintah daerah harus menjadikan sektor kesehatan sebagai prioritas program, sejalan dengan upaya penguatan sumber daya manusia yang menjadi perhatian nasional.
Pemerintah pusat juga menunjukkan keseriusan dengan memberikan dukungan anggaran serta membentuk tim khusus melalui Kementerian Kesehatan.
"Ini tim besar diboyong semua ke sini untuk meyakinkan seluruh masyarakat Tanah Papua bahwa pemerintah pusat sangat serius untuk memperhatikan tentang kesehatan ini," ujarnya.
Ia menegaskan pemda memiliki peran penting mulai dari koordinasi penanggulangan, penyediaan pendanaan, hingga penanganan medis dan mitigasi dampak sosial ekonomi bagi pasien.
Pendekatan Kolaboratif dan Edukasi
Wiyagus menekankan perlunya keterlibatan berbagai pihak melalui pendekatan pentaheliks yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan organisasi nonpemerintah.
“Semua pihak harus terlibat (dengan pendekatan) pentaheliks, pemerintah pusat, pemerintah daerah. Kemudian juga akademisi, kemudian juga seluruh NGO juga harus terlibat di dalamnya,” katanya.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar penyakit seperti AIDS, tuberkulosis, malaria, dan kusta dapat ditangani sejak dini.
"Yang penting penanganannya sejak awal, ditangani secara spesifik, edukatif, biar kemudian masyarakat mudah mencerna," tuturnya.
Upaya edukasi tersebut juga melibatkan tokoh adat guna meningkatkan pemahaman masyarakat di Papua.
- Penulis :
- Aditya Yohan







