HOME  ⁄  Nasional

Gangguan Kabel Bawah Laut di Sulawesi, Telkominfra Percepat Perbaikan Demi Jaga Konektivitas Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Gangguan Kabel Bawah Laut di Sulawesi, Telkominfra Percepat Perbaikan Demi Jaga Konektivitas Nasional
Foto: (Sumber: Telkominfra saat ini tengah melaksanakan perbaikan sistem kabel bawah laut (SKKL) SMPCS #1 pada ruas Tersili–Kauditan (BU5–BU3) di perairan Sulawesi guna menjaga keandalan jaringan..)

Pantau - PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia (Telkominfra) melakukan perbaikan sistem kabel bawah laut atau Submarine Cable System (SKKL) SMPCS #1 pada ruas Tersili–Kauditan di perairan Sulawesi setelah terdeteksi gangguan sejak 6 Februari 2026.

Gangguan Terdeteksi hingga Kedalaman 2.300 Meter

Gangguan diketahui berasal dari anomali pada sistem penyaluran daya listrik kabel bawah laut atau Power Feeding Equipment yang mengindikasikan kebocoran arus (shunt fault).

Berdasarkan analisis teknis, titik gangguan berada sekitar 50 kilometer dari Branching Unit menuju jalur BU3 pada kedalaman laut antara 2.000 hingga 2.300 meter.

Kondisi tersebut menyebabkan penurunan keandalan sistem sehingga jaringan tidak dapat beroperasi secara stabil.

Saat ini proses perbaikan dilakukan menggunakan kapal khusus cableship Navalink Polaris yang telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan penelusuran jalur kabel.

Target Perbaikan Selesai Awal Mei

Direktur Operasi Telkominfra Slamet Riyanto Pardi menyatakan proses perbaikan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan kualitas dan keselamatan operasional.

“Saat ini proses perbaikan tengah berjalan dan kami fokus memastikan setiap tahapan dilakukan secara optimal untuk mengembalikan keandalan sistem. Kami menargetkan layanan dapat kembali normal sesuai rencana, dengan tetap mengutamakan kualitas dan keselamatan operasional,” ujarnya.

Ia menambahkan perbaikan dilakukan dengan metode pengangkatan kabel ke permukaan, pemotongan bagian terdampak, serta penyambungan ulang menggunakan kabel pengganti.

“Sebagai bagian dari infrastruktur strategis nasional, kami berkomitmen menjaga konektivitas digital tetap terjaga. Upaya ini merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam mendukung aktivitas digital masyarakat dan dunia usaha di Indonesia,” ungkapnya.

Telkominfra menargetkan sistem kembali beroperasi normal atau ready for service pada 7 Mei 2026.

Penulis :
Ahmad Yusuf