
Pantau - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah Indonesia kini menjadi perhatian banyak negara karena dinilai mampu menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat secara rutin.
Program MBG Jadi Rujukan Global
Ia mengungkapkan sejumlah negara mulai mempelajari skema MBG karena keberhasilannya dalam menyediakan makanan secara luas dan berkelanjutan bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia.
"Banyak negara, sekarang belajar MBG ke kita. Karena, dimana ada negara, bisa memberi makan lebih 60 juta orang, lima kali seminggu? Dari ibu hamil hingga lansia yang tidak berdaya, kita antar makanannya," ungkapnya.
Program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga dirancang sebagai penggerak ekonomi baru melalui keterlibatan berbagai sektor produksi dalam negeri.
Pemerintah melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berperan sebagai pembeli siaga bagi hasil produksi petani dan nelayan untuk memastikan distribusi pangan tetap stabil.
Skema tersebut bertujuan memutus ketergantungan produsen terhadap tengkulak sekaligus menjaga stabilitas harga terutama saat masa panen raya.
Dengan demikian, program MBG memberikan jaminan pasar yang lebih pasti bagi produsen pangan lokal di berbagai daerah.
Serap Jutaan Tenaga Kerja dan Dorong Ekonomi
Dari sisi ketenagakerjaan, pemerintah menargetkan pembangunan 30.000 dapur MBG di seluruh Indonesia yang diproyeksikan mampu menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja.
Selain itu, pengaktifan 81.000 Koperasi Merah Putih juga diperkirakan menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja baru di sektor logistik.
Presiden menegaskan bahwa pembiayaan program MBG berasal dari efisiensi anggaran negara yang dilakukan pemerintah.
"Ini adalah uang yang kita hemat dari korupsi. Kita tahan, kita realokasi dan kita gelontorkan ke rakyat. Saya merasa berada di jalan yang benar," tegasnya.
Program MBG diharapkan menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat ketahanan gizi masyarakat.
Pemerintah menargetkan program ini dapat mendukung Indonesia mencapai tahap lepas landas ekonomi serta memperkuat ekonomi kerakyatan yang diakui secara global.
- Penulis :
- Shila Glorya





