HOME  ⁄  Nasional

Program Ekspedisi Patriot 2026 Targetkan 1.400 Peserta, Kementerian Transmigrasi Gandeng 10 Universitas

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Program Ekspedisi Patriot 2026 Targetkan 1.400 Peserta, Kementerian Transmigrasi Gandeng 10 Universitas
Foto: Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara memberikan keterangan pers usai menghadiri Rapat Pleno Hasil Reviu Laporan Tim Ekspedisi Patriot 2025 di Jakarta, Rabu 29/4/2026 (sumber: ANTARA/Uyu Septiyati Liman)

Pantau - Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara menyiapkan Program Ekspedisi Patriot 2026 dengan target 1.400 peserta yang akan ditempatkan di 52 wilayah transmigrasi di seluruh Indonesia.

Pendaftaran dan Persyaratan Peserta

Ia mengungkapkan bahwa pendaftaran program akan segera dibuka bagi lulusan sarjana strata satu atau S1 di seluruh Indonesia.

"Insyaallah pada tahun ini, kami akan membuka kembali (pendaftaran) kepada seluruh sarjana (lulusan) S1 yang akan bergabung dengan Tim Ekspedisi Patriot 2026," ungkapnya.

Peserta diwajibkan merupakan lulusan S1, berbeda dengan tahun sebelumnya yang masih membuka kesempatan bagi mahasiswa aktif.

Kebijakan ini diterapkan karena masa penugasan peserta dapat berlangsung hingga satu tahun di kawasan transmigrasi.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui laman resmi Kementerian Transmigrasi maupun kampus mitra yang terlibat dalam program tersebut.

Kolaborasi Universitas dan Cakupan Program

Program Ekspedisi Patriot merupakan bagian dari Program Transmigrasi Patriot yang bertujuan mengoptimalkan pengembangan potensi ekonomi di kawasan transmigrasi.

Pada tahun 2026, jumlah wilayah penempatan peserta mencapai 52 lokasi, lebih sedikit dibandingkan tahun 2025 yang mencakup 154 wilayah.

Namun, jumlah perguruan tinggi yang terlibat meningkat dari tujuh menjadi sepuluh universitas.

Tujuh universitas yang telah terlibat sebelumnya meliputi Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Tiga universitas baru yang bergabung tahun ini adalah Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, dan Universitas Hasanuddin.

Ia menegaskan program ini terbuka bagi seluruh lulusan dari berbagai universitas, tidak terbatas pada kampus mitra.

"Diberikan ruang juga bagi siapapun, sarjana lulusan dari universitas manapun, untuk ikut ambil bagian di dalam program itu. Itulah kenapa kami membuka kesempatan bagi siapapun untuk ikut bergabung di dalam tim UI, misalkan, begitu pula dengan tim ITB, ITS, dan UNHAS juga demikian," tegasnya.

Universitas mitra akan bertindak sebagai penanggung jawab program kerja peserta selama menjalankan tugas di wilayah transmigrasi.

Penulis :
Shila Glorya