
Pantau - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan Geopark Rinjani-Lombok telah memenuhi standar global setelah kembali meraih status Kartu Hijau dari UNESCO Global Geoparks untuk periode 2026–2029.
Pengakuan Internasional Perkuat Tata Kelola
Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik menyatakan capaian tersebut menjadi validasi internasional atas tata kelola geopark yang telah berjalan sesuai standar global.
"Capaian itu bukan sekadar pengakuan administratif, tetapi merupakan validasi internasional bahwa tata kelola Geopark Rinjani-Lombok telah berjalan sesuai standar global," ungkapnya.
Ia menjelaskan pengelolaan Geopark Rinjani-Lombok berfokus pada tiga aspek utama, yakni konservasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pariwisata, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan dengan menyeimbangkan pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Komitmen Pengembangan Berkelanjutan
Ahsanul menegaskan keberhasilan meraih Kartu Hijau merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak di NTB.
"Kartu Hijau adalah bukti nyata kerja kolektif pemerintah, pengelola, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan di NTB berada di jalur yang benar dan diakui dunia," ujarnya.
Pemprov NTB berkomitmen mempertahankan status tersebut melalui penguatan konservasi berbasis masyarakat, peningkatan literasi geologi, serta pengembangan ekonomi lokal.
Selain itu, penguatan mitigasi bencana berbasis pengetahuan geologi juga menjadi fokus mengingat wilayah NTB rawan bencana.
Ia berharap Geopark Rinjani-Lombok terus berkembang menjadi ikon global yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Harapan kami, Geopark Rinjani-Lombok tidak hanya bertahan, tetapi terus naik kelas, menjadi ikon dunia yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi kebanggaan Indonesia di kancah internasional," katanya.
Selain Rinjani-Lombok, Indonesia juga memperoleh status Kartu Hijau untuk Kaldera Toba dan Ciletuh-Palabuhanratu dalam evaluasi UNESCO Global Geoparks.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







