HOME  ⁄  Nasional

NTB Perkuat Usulan Gunung Tambora untuk Raih Status UNESCO Global Geopark Setelah Keberhasilan Rinjani

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

NTB Perkuat Usulan Gunung Tambora untuk Raih Status UNESCO Global Geopark Setelah Keberhasilan Rinjani
Foto: Arsip foto - Para pendaki menikmati matahari terbit di atas puncak Gunung Tambora yang berada di wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (sumber: ANTARA/Ady Ardiansah)

Pantau - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memperkuat dokumen usulan Gunung Tambora untuk masuk jaringan UNESCO Global Geopark guna memperoleh pengakuan sebagai geopark dunia.

Langkah ini dilakukan setelah Geopark Rinjani Lombok berhasil mempertahankan status UNESCO Global Geopark melalui penghargaan Green Card dalam revalidasi di Paris, Prancis pada 28 April 2026.

Kepala Bappeda NTB Baiq Nelly Yuniarti mengatakan, "Setelah geopark Rinjani mendapatkan pengakuan oleh UNESCO. Fokus kita sekarang adalah memastikan Tambora juga diakui dalam jaringan geopark dunia," ungkapnya.

Penguatan Dokumen dan Target Pengakuan Dunia

Pemprov NTB saat ini memfokuskan penyusunan narasi tertulis sebagai bagian utama dokumen pengajuan Tambora ke UNESCO.

Baiq Nelly menjelaskan, "Tim sedang memproses Tambora agar NTB memiliki dua geopark besar yang diakui dan dapat diapresiasi secara internasional," ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan penerbitan sertifikat resmi sebagai bagian dari proses pengakuan sekaligus strategi promosi internasional.

Ia menambahkan, "Harapan ke depan dengan mendapatkan sertifikat, Tambora mendapat pengakuan dunia, sehingga NTB memiliki dua geopark UNESCO," jelasnya.

Potensi Tambora dan Keberhasilan Rinjani

Gunung Tambora yang berada di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, saat ini telah berstatus Geopark Nasional dan termasuk dalam kawasan Samota atau Saleh Moyo Tambora.

Gunung berapi aktif setinggi 2.851 meter di atas permukaan laut ini dikenal luas karena letusan dahsyat pada 1815 yang membentuk kaldera berdiameter sekitar 7 kilometer.

Tambora kini menjadi destinasi pendakian populer sekaligus pusat studi geologi serta situs sejarah dan ekologi yang dikelola dalam kawasan Taman Nasional Tambora.

Sementara itu, General Manager Geopark Rinjani Qwadru Putro Wicaksono menyatakan, "Kartu hijau kedua itu adalah pengakuan dunia atas kerja keras kolektif seluruh pemangku kepentingan di NTB," tuturnya.

Ia menambahkan keberhasilan tersebut menunjukkan tata kelola geopark di NTB telah memenuhi standar global dalam aspek konservasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Penulis :
Arian Mesa