
Pantau - Polda Metro Jaya akan melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, 1 Mei 2026, menyusul potensi kehadiran lebih dari 200.000 buruh di lokasi tersebut.
Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Situasional
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komarudin menyatakan pengaturan arus kendaraan akan dilakukan secara fleksibel menyesuaikan kondisi di lapangan.
"Rekayasa arus lalu lintas kami lakukan secara situasional," ungkapnya.
Ia menjelaskan, langkah yang disiapkan meliputi pengalihan hingga penutupan akses menuju kawasan Monas apabila terjadi kepadatan kendaraan yang signifikan.
"Maka kami akan lakukan pengalihan atau bahkan penutupan sekiranya itu diperlukan," ujarnya.
Komarudin berharap skenario penutupan jalan tidak perlu diterapkan dan kondisi lalu lintas tetap berada dalam kategori aman atau zona hijau.
Zona hijau berarti seluruh ruas jalan masih dapat digunakan oleh kendaraan roda dua, roda empat, maupun bus peserta aksi.
Zona Kuning dan Pengalihan Arus Kendaraan
Komarudin menambahkan, jika terjadi kepadatan tinggi di sejumlah ruas utama seperti Jalan Merdeka Barat, Timur, Utara, dan Selatan, maka akan diberlakukan zona kuning.
Dalam kondisi tersebut, arus lalu lintas akan dialihkan dari kawasan Sarinah, Tugu Tani, dan Harmoni guna mengurangi volume kendaraan yang masuk ke pusat aksi.
"Ini sudah mulai akan kami alihkan ataupun kami kurangi volumenya sehingga mengantisipasi kepadatan yang bertambah panjang dan lama," jelasnya.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 1.793 personel untuk mengawal jalannya kegiatan tersebut.
Diperkirakan sekitar 4.000 unit bus akan memasuki Jakarta untuk mengangkut para peserta aksi dari berbagai daerah.
" Diperkirakan sampai dengan data terakhir yang kami terima 200.000 lebih buruh yang akan ke Monas dan ada beberapa kelompok yang mungkin akan melaksanakan kegiatan di beberapa titik Jakarta," tuturnya.
- Penulis :
- Shila Glorya





