
Pantau - Politisi Sudjatmiko mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi nasional pasca kecelakaan kereta yang terjadi di Bekasi Timur.
Evaluasi Sistem Keselamatan
Ia menegaskan bahwa insiden tersebut tidak bisa dilihat hanya sebagai kesalahan individu, melainkan mencerminkan adanya kelemahan dalam sistem keselamatan.
"Kejadian ini tidak semata-mata disebabkan oleh individu, tapi ada persoalan sistem, terutama di perlintasan sebidang yang masih banyak tidak dijaga," ujarnya.
Sudjatmiko menyoroti masih banyak perlintasan sebidang yang belum memiliki sistem pengamanan memadai.
Bahkan di wilayah penyangga ibu kota seperti Bekasi dan Depok masih ditemukan perlintasan yang tidak dijaga.
Solusi Infrastruktur dan Teknologi
Ia juga menyinggung pentingnya pengembangan infrastruktur perkeretaapian, termasuk pemisahan jalur kereta komuter dan kereta jarak jauh melalui pembangunan double-double track.
Menurutnya, pemisahan jalur tersebut penting agar tidak terjadi gangguan antar perjalanan kereta.
Sudjatmiko mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan keselamatan, seperti pemasangan sistem visual di kabin masinis yang terhubung dengan CCTV.
"Masinis harus bisa mengetahui kondisi di depan secara visual, tidak hanya mengandalkan sistem kontrol di stasiun," katanya.
Ia menilai pembangunan flyover dan underpass menjadi solusi utama untuk mengurangi perlintasan sebidang, terutama di jalur padat.
Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa tersebut menekankan pentingnya sinergi antar lembaga dalam meningkatkan keselamatan transportasi.
"Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Ini butuh langkah konkret dan sinergi semua pihak," ungkapnya.
Upaya peningkatan keselamatan transportasi dinilai mendesak mengingat tingginya intensitas perjalanan kereta di kawasan perkotaan dan penyangga ibu kota.
- Penulis :
- Leon Weldrick





