HOME  ⁄  Nasional

Fenomena Ikan Sapu-Sapu di Sungai Perkotaan Soroti Peran Manusia dalam Kerusakan Ekosistem

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Fenomena Ikan Sapu-Sapu di Sungai Perkotaan Soroti Peran Manusia dalam Kerusakan Ekosistem
Foto: (Sumber: Warga menjaring ikan sapu-sapu saat operasi pembersihan di Sungai Ciliwung, Cililitan, Jakarta, Jumat (17/4/2026). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/wsj/am..)

Pantau - Keberadaan ikan sapu-sapu di sungai perkotaan seperti Ciliwung kembali menjadi sorotan karena kerap dianggap sebagai penyebab kerusakan ekosistem, padahal kemunculannya tidak terlepas dari campur tangan manusia.

Asal Usul dan Persepsi Negatif

Ikan sapu-sapu yang banyak ditemukan di perairan Indonesia bukan merupakan spesies asli, melainkan berasal dari Amerika Selatan dan masuk melalui perdagangan ikan hias.

Awalnya, ikan ini dimanfaatkan sebagai pembersih akuarium karena kemampuannya mengonsumsi alga.

Permasalahan muncul ketika ikan tersebut dilepas ke perairan umum, baik secara sengaja maupun akibat kelalaian pemiliknya.

Di berbagai wilayah padat seperti Jakarta, populasi ikan sapu-sapu yang melimpah serta kemampuannya bertahan di air tercemar membuatnya kerap dilabeli sebagai biang kerok kerusakan lingkungan.

Perspektif Lingkungan dan Tanggung Jawab Manusia

Secara filosofis, manusia sebagai makhluk berakal memiliki kemampuan untuk memahami sebab-akibat dan bertanggung jawab atas dampak tindakannya terhadap lingkungan.

Namun dalam praktiknya, kerusakan ekosistem sering kali justru disalahkan kepada spesies lain yang tidak memiliki kemampuan memilih.

Keberadaan ikan sapu-sapu dinilai sebagai hasil dari interaksi manusia dengan alam yang tidak terkelola dengan baik.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa manusia memiliki peran utama dalam menjaga keseimbangan lingkungan, termasuk dalam mencegah penyebaran spesies invasif.

Penulis :
Aditya Yohan