
Pantau - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Triyanto, mengungkapkan bahwa ikan sapu-sapu di perairan tawar Indonesia mengandung logam berat yang berpotensi berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang.
Dampak Konsumsi dan Penjelasan Ilmiah
Triyanto menjelaskan bahwa dampak logam berat tidak akan langsung dirasakan dalam konsumsi biasa, melainkan muncul jika seseorang mengonsumsi sekitar delapan kilogram daging ikan sapu-sapu per minggu secara terus-menerus.
"Jadi masyarakat yang sudah terlanjur mengonsumsi atau tidak tahu (pernah) makan siomai yang mengandung daging ikan sapu-sapu, nggak usah khawatir, nggak usah cemas ya," ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa ikan sapu-sapu secara kandungan gizi tetap memiliki protein, karbohidrat, dan lemak seperti ikan pada umumnya.
Namun, sifat ikan ini sebagai pemakan segala membuatnya rentan menyerap logam berat dari lingkungan perairan yang tercemar.
Triyanto menambahkan bahwa logam berat yang masuk ke tubuh ikan tidak dikeluarkan melalui feses, melainkan terserap ke dalam organ hati dan jaringan daging melalui proses biologis.
"Logam berat ini sifatnya bioakumulasi, dia tidak akan berkurang. Tapi karena sudah dipindah ke air yang bersih, (kandungannya) tidak akan nambah. Nah selama dia terkontrol di air bersih, (logam berat) yang sudah terserap itu tetap di situ," jelasnya.
Imbauan Kewaspadaan bagi Masyarakat
Meski tidak perlu panik, Triyanto mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap konsumsi ikan sapu-sapu, terutama dalam bentuk makanan olahan.
Ia menekankan pentingnya kehati-hatian terhadap kemungkinan penggunaan daging ikan sapu-sapu oleh oknum pedagang dalam produk seperti siomai.
"Yang penting kita lebih peduli. Kita tanya sama penjualnya, 'mohon maaf bang ini dagingnya sehat atau nggak?', begitu ya," katanya.
Menurutnya, sifat bioakumulasi membuat logam berat tetap tersimpan dalam tubuh ikan dan tidak mudah hilang, sehingga masyarakat perlu lebih selektif dalam memilih makanan.
Triyanto menegaskan bahwa memastikan sumber bahan pangan yang aman menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan.
- Penulis :
- Shila Glorya





