
Pantau - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meminta para komandan satuan (dansat) untuk meningkatkan pembinaan dan pelatihan prajurit agar lebih matang dan berkualitas dalam menghadapi ancaman modern.
Arahan tersebut disampaikan Agus dalam Apel Dansat TNI Tahun 2026 yang digelar di Universitas Pertahanan RI, Kabupaten Bogor.
Agus menegaskan bahwa kompleksitas ancaman saat ini tidak hanya mencakup pertahanan fisik, tetapi juga meluas ke perang siber hingga perang media.
Ia mengungkapkan, "Para komandan harus berinovasi dalam proses melatih anak buahnya kemudian juga sayangi anggota dengan memberikan latihan yang berat sesuai tuntutan penugasan."
Tekankan Kesiapan Hadapi Perang Siber
Panglima TNI menilai prajurit harus memiliki kemampuan serta didukung peralatan yang memadai guna mengantisipasi potensi serangan siber terhadap pertahanan negara.
Para dansat didorong untuk memberikan pelatihan yang inovatif dan adaptif agar prajurit tidak hanya menguasai alat utama sistem senjata (alutsista).
Selain itu, prajurit juga diharapkan memiliki keahlian tambahan yang relevan dengan kebutuhan pertahanan siber.
Jaga Loyalitas dan Perkuat Nilai Spiritual
Agus juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan loyalitas di lingkungan TNI dalam setiap pelaksanaan tugas.
Ia menekankan penguatan nilai-nilai spiritual sebagai bagian penting dalam membentuk karakter prajurit.
Menutup arahannya, Agus berpesan, “Jangan lupa berdoa setiap kegiatan, tetap kompak, loyal.”
- Penulis :
- Shila Glorya





