
Pantau - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyatakan bahwa empat pilar kebangsaan memiliki dimensi ekologis yang kuat dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan berbangsa.
Ia menilai pemahaman masyarakat selama ini cenderung terbatas pada aspek politik, hukum, dan sosial semata tanpa melihat keterkaitannya dengan lingkungan.
"Selama ini, kita sering hanya memaknai empat pilar dalam konteks politik, hukum, dan kehidupan sosial saja. Namun, marilah kita melihatnya dari sudut yang lebih dalam dan lebih mendasar," ungkapnya.
Dimensi Ekologis dalam Empat Pilar
Empat pilar kebangsaan yang dimaksud meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Ia menjelaskan bahwa keempat pilar tersebut mencerminkan hubungan manusia dengan sesama, Tuhan, dan juga alam sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Menurutnya, nilai kemanusiaan yang adil dan beradab dalam Pancasila juga mencakup tanggung jawab untuk menjaga lingkungan hidup.
"Kita tidak bisa menyebut diri beradab jika merusak ruang hidup sendiri," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa UUD 1945 telah mengamanatkan pemanfaatan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Namun, ia menekankan bahwa kemakmuran tersebut harus bersifat berkelanjutan dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Sorotan Krisis Lingkungan Global
Lestari menyoroti bahwa dunia saat ini tengah menghadapi krisis lingkungan yang lebih luas dari sekadar perubahan iklim.
"Krisis ini bukan hanya soal alam, tetapi juga cara berpikir, cara mengambil keputusan, dan cara memandang kehidupan," ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan sosialisasi melalui acara nonton bersama film Maira Generasi Penjaga Bumi di Kudus, Jawa Tengah.
Ia menilai film tersebut menjadi refleksi penting tentang hubungan manusia dengan alam serta konsekuensi dari setiap tindakan terhadap lingkungan.
Ia mengajak masyarakat untuk memahami pesan dalam film tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
"Menjaga lingkungan bukan pilihan, melainkan keharusan. Menjaga lingkungan berarti menjaga bangsa," pungkasnya.
- Penulis :
- Shila Glorya





