
Pantau - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan dampak serius hingga ancaman resesi global jika penutupan Selat Hormuz berlangsung berkepanjangan.
Skenario Dampak Global yang Mengkhawatirkan
Dalam pernyataannya pada Kamis (30/4), Guterres memaparkan tiga skenario dampak penutupan jalur vital tersebut terhadap ekonomi dunia.
Ia mengatakan, "Penderitaan yang amat besar akan melanda, terutama di kalangan populasi paling rentan di dunia."
Dalam skenario terburuk, inflasi global diperkirakan melonjak di atas 6 persen dan pertumbuhan ekonomi turun hingga 2 persen.
Bahkan pada skenario terbaik sekalipun, pemulihan rantai pasokan diperkirakan memakan waktu berbulan-bulan dan tetap berdampak pada kenaikan harga serta penurunan output ekonomi.
Ancaman Kemiskinan dan Seruan Pembukaan Selat
Guterres menyebut gangguan hingga pertengahan tahun dapat menekan pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,5 persen serta meningkatkan inflasi hingga 5,4 persen.
Ia juga mengungkapkan potensi bertambahnya 32 juta orang jatuh ke dalam kemiskinan dan 45 juta lainnya menghadapi kelaparan ekstrem.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan, "Pesan saya kepada semua pihak jelas: Hak dan kebebasan navigasi harus segera dipulihkan, sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan 2817."
Ia menambahkan, "Buka selat tersebut. Biarkan semua kapal melintas. Biarkan ekonomi global kembali bernapas."
PBB juga mendesak semua pihak menahan diri dan mengedepankan dialog guna mencegah memburuknya krisis yang sedang berlangsung.
- Penulis :
- Aditya Yohan





