HOME  ⁄  Nasional

KAI Tegaskan Penutupan Perlintasan Liar Demi Keselamatan, 1.089 Titik Masih Berisiko

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

KAI Tegaskan Penutupan Perlintasan Liar Demi Keselamatan, 1.089 Titik Masih Berisiko
Foto: (Sumber: Perlintasan Liar Harus Segera Ditutup untuk Menjaga Keselamatan Bersama.)

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan pentingnya penutupan perlintasan liar untuk menjaga keselamatan masyarakat dan perjalanan kereta api di tengah masih adanya 1.089 titik berisiko di wilayah Jawa dan Sumatra.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya penataan perlintasan sebidang yang dinilai memiliki potensi kecelakaan tinggi karena tidak dilengkapi pengamanan memadai.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan, "Setiap titik perlintasan memiliki konsekuensi keselamatan. Untuk lokasi yang belum memenuhi ketentuan, penanganan dilakukan bersama pemerintah melalui mekanisme yang berlaku, termasuk penutupan. Langkah ini ditempuh untuk menjaga keselamatan masyarakat dan perjalanan kereta api," ujarnya.

KAI mencatat terdapat 3.888 perlintasan sebidang di Jawa dan Sumatra, dengan 1.089 di antaranya merupakan perlintasan liar.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, "Data ini menunjukkan bahwa ruang perlintasan masih memiliki tingkat risiko yang perlu dikelola secara konsisten. Penutupan perlintasan liar menjadi bagian dari penataan agar interaksi antara perjalanan kereta api dan lalu lintas jalan dapat berlangsung lebih aman," jelasnya.

Sejak 2017 hingga April 2026, KAI bersama pemangku kepentingan telah menutup 2.220 perlintasan liar untuk mengurangi potensi kecelakaan.

Selain itu, sebanyak 564 titik perlintasan telah ditangani melalui penutupan maupun pembangunan perlintasan tidak sebidang seperti flyover dan underpass.

KAI juga memperkuat edukasi keselamatan melalui 4.988 kegiatan sosialisasi di perlintasan, 687 program edukasi di sekolah dan tempat ibadah, serta pemasangan 1.745 media peringatan.

Anne menekankan pentingnya disiplin masyarakat saat melintasi perlintasan sebidang untuk mencegah kecelakaan.

"Kereta api melayani ratusan hingga ribuan pelanggan dalam satu perjalanan dan membutuhkan jarak pengereman yang panjang. Dalam kondisi tertentu, kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak. Karena itu, disiplin saat melintas di perlintasan menjadi hal yang sangat penting," ujarnya.

KAI mengajak seluruh pihak untuk menjaga ketertiban di perlintasan sebagai bagian dari upaya keselamatan bersama.

Penulis :
Ahmad Yusuf