
Pantau - Pemerintah menyiapkan program Sekolah Rakyat di Jakarta untuk menampung anak-anak dari keluarga tidak mampu dan mereka yang putus sekolah sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan menjelang Hari Pendidikan Nasional 2026.
Program ini disiapkan di kompleks STIA LAN Pejompongan, Jakarta Pusat, dengan target awal menampung puluhan hingga ratusan siswa yang selama ini tidak tersentuh sistem pendidikan formal.
Sejumlah calon siswa yang hadir dalam peninjauan mengungkapkan kondisi sulit yang membuat mereka tidak dapat mengenyam pendidikan.
Muhammad Aljabar Nur, remaja asal Jakarta Timur, mengaku belum pernah merasakan bangku sekolah hingga usia remaja.
Kondisi serupa dialami anak lain yang terpaksa putus sekolah karena faktor ekonomi dan harus membantu orang tua mencari nafkah.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan angka partisipasi sekolah usia 16-18 tahun di Jakarta masih menyisakan celah sekitar 22-24 persen yang belum mengakses pendidikan.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung kesiapan Sekolah Rakyat dengan pendekatan dialog bersama calon siswa.
Dalam kesempatan tersebut, Teddy memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak lagi merasa sedih dengan kondisi mereka.
“Jangan nangis, disini gak boleh sedih lagi. Insya Allah bisa membanggakan keluarga dan cita-cita tercapai semua, amin,” ujarnya.
Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi anak-anak kurang mampu.
Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan sosial melalui akses pendidikan yang merata.
- Penulis :
- Aditya Yohan





