
Pantau - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum refleksi terhadap relevansi Panca Dharma Ki Hajar Dewantara dalam menjawab tantangan pendidikan modern di Indonesia.
Gagasan pendidikan yang menekankan nilai kemanusiaan dinilai perlu dihidupkan kembali di tengah kecenderungan sistem pendidikan yang berorientasi pada angka dan capaian formal.
Panca Dharma yang meliputi kodrat alam, kemerdekaan, kebudayaan, kebangsaan, dan kemanusiaan disebut sebagai dasar filosofis pendidikan yang tetap relevan hingga saat ini.
Konsep tersebut merupakan rumusan Ki Hajar Dewantara yang memberikan arah pendidikan agar mampu berpikir global namun tetap berakar pada nilai lokal.
Panca Dharma juga dinilai sebagai kompas moral dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks dan tidak pasti.
Dalam konteks saat ini, pendidikan dinilai menghadapi pergeseran dari tujuan memanusiakan manusia menjadi sekadar menghasilkan lulusan dan tenaga kerja.
Hal tersebut memunculkan kebutuhan untuk merevitalisasi nilai-nilai dasar pendidikan agar lebih berorientasi pada pengembangan karakter dan kemanusiaan.
Refleksi Hardiknas 2026 menekankan pentingnya keselarasan antara kebijakan pendidikan dan nilai-nilai fundamental yang telah dirumuskan sejak awal oleh Ki Hajar Dewantara.
Revitalisasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga arah pendidikan nasional tetap berpijak pada nilai kemanusiaan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





