
Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta memperkuat sinergi lintas sektor guna meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang bagi perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta penataan perlintasan yang dinilai berisiko tinggi.
“KAI bersama para pemangku kepentingan terus mendorong penataan perlintasan, termasuk penutupan perlintasan sebidang liar atau yang dinilai berisiko tinggi, guna meminimalisir potensi kecelakaan,” kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo di Jakarta, Sabtu.
Selain penutupan perlintasan liar, KAI juga melakukan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas saat melintasi rel kereta.
“Kepatuhan terhadap rambu dan sinyal, serta kewaspadaan pengguna jalan, merupakan faktor kunci dalam menciptakan keselamatan bersama,” ujar Franoto.
KAI optimistis kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, operator, dan masyarakat dapat meningkatkan keselamatan, seiring pengembangan infrastruktur dan kesadaran kolektif.
Franoto menjelaskan pengelolaan perlintasan sebidang merupakan kewenangan pemerintah sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018.
Ia mengungkapkan, “Pengaturan ini menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi aktif seluruh pemangku kepentingan.”
Di wilayah Daop 1 Jakarta terdapat 423 perlintasan sebidang, dengan 293 di antaranya sudah dijaga dan 130 lainnya belum dijaga.
Selain itu, terdapat 118 perlintasan tidak sebidang berupa jalan layang dan underpass yang terus dikembangkan untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
- Penulis :
- Aditya Yohan





