HOME  ⁄  Nasional

Legislator Sebut Kesejahteraan Warga Hulu Jadi Kunci Pengendalian Banjir di Bandung

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Legislator Sebut Kesejahteraan Warga Hulu Jadi Kunci Pengendalian Banjir di Bandung
Foto: (Sumber: Kondisi Kaki Gunung Manglayang wilayah Cileunyi yang merupakan salah satu kawasan hulu di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. ANTARA/Ilham Nugraha..)

Pantau - Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat Jajang Rohana menilai peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan hulu menjadi kunci utama dalam upaya pengendalian banjir di wilayah Bandung, Jawa Barat.

Ia menyatakan persoalan banjir tidak bisa ditangani secara parsial karena berkaitan erat dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di hulu serta dampaknya di wilayah hilir.

“Ini harus ada kolaborasi antara penduduk hulu dan hilir. Bagi penduduk hilir kalau terjadi hujan, akan menjadi bencana. Sedangkan orang hulu juga perlu kehidupan, makanya membuka lahan,” ujarnya.

Alih Fungsi Lahan Picu Risiko Banjir

Jajang menjelaskan kebutuhan ekonomi masyarakat hulu mendorong pembukaan lahan yang berdampak pada berkurangnya daya serap air dan meningkatnya potensi banjir di hilir.

Ia mengusulkan adanya kontribusi dari masyarakat wilayah hilir untuk mendukung kesejahteraan warga di kawasan hulu.

“Oleh karena itu, harus ada kebersamaan. Jadi orang yang ada di hilir ini juga harus berkontribusi untuk kesejahteraan orang-orang yang ada di hulu,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa mengungkapkan dalam satu dekade terakhir terjadi alih fungsi lahan hijau seluas 942,68 hektare menjadi kawasan terbangun.

“Perubahan penggunaan lahan ini menjadi perhatian serius, karena berpengaruh langsung terhadap berkurangnya area resapan air dan meningkatnya limpasan permukaan,” ujarnya.

Pemerintah Siapkan Penataan Kawasan Hulu

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana melakukan penataan kawasan hulu secara menyeluruh sebagai bagian dari strategi pengendalian banjir.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya akan mendorong perubahan pola ekonomi masyarakat ke sektor tanaman keras seperti kopi dan teh.

“Saya mengeluarkan Pergub pengembalian kawasan Bandung Selatan jadi kawasan tanaman keras. Mau kopi, mau teh, mau apa lagi juga tidak apa-apa, bagaimana caranya? Sudah lah provinsi siap mengeluarkan uang, sudah dimulai kan dari sekarang,” katanya.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga fungsi resapan air sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah hulu.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan