
Pantau - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin menegaskan fokus utama perusahaan pada pemulihan operasional, pendampingan korban, serta penguatan keselamatan pascainsiden kereta di Bekasi Timur.
Bobby Rasyidin menyatakan bahwa "Saat ini fokus kami adalah memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik, mendampingi pelanggan dan keluarga (korban insiden Bekasi Timur), serta menjaga keselamatan ke depan. Kami akan terus hadir dalam setiap proses yang dijalani,”.
Peninjauan dilakukan pada operasional Commuter Line dan kereta api jarak jauh di lintas Manggarai hingga Bekasi Timur.
Kunjungan dimulai dari Stasiun Manggarai hingga Stasiun Bekasi Timur untuk memastikan kelancaran perjalanan.
Perhatian khusus diberikan pada Posko Informasi sebagai pusat pendampingan korban dan keluarga.
Peninjauan juga dilakukan ke rumah sakit untuk memastikan kondisi korban yang masih dirawat.
Bobby Rasyidin mengapresiasi dukungan masyarakat dan menyatakan bahwa "Kepedulian yang hadir menjadi kekuatan untuk terus melangkah,".
Hingga 3 Mei 2026 pagi, sebanyak 81 pelanggan telah pulang setelah perawatan, sementara 19 lainnya masih dirawat.
VP Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan pendampingan terus dilakukan bagi korban.
Anne Purba mengatakan bahwa "Kami terus memantau kondisi pelanggan yang masih dirawat serta memastikan kebutuhan penanganan terpenuhi. Bagi pelanggan yang telah kembali ke rumah, pendampingan tetap kami lanjutkan sesuai kebutuhan,".
KAI menyediakan mekanisme klaim biaya pengobatan bagi pelanggan yang berobat mandiri.
Proses klaim dilakukan maksimal 21 hari kerja setelah dokumen dinyatakan lengkap.
Layanan trauma healing juga disediakan melalui posko dan layanan telemedicine.
Posko Bekasi Timur akan beroperasi hingga 11 Mei 2026.
Dari sisi operasional, ketepatan waktu Commuter Line terus mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir.
Ketepatan keberangkatan meningkat dari 71,54 persen menjadi 88,84 persen dalam rentang 30 April hingga 2 Mei.
Ketepatan kedatangan juga meningkat dari 68,46 persen menjadi 87,04 persen.
Perbaikan operasional juga terlihat pada lintas Cikarang dengan tren peningkatan ketepatan waktu.
Perjalanan kereta api jarak jauh di wilayah Bekasi Timur telah kembali berjalan normal.
Terdapat 32 perjalanan dari Pasarsenen dan 36 perjalanan dari Gambir setiap hari di lintas tersebut.
Sejak 28 April hingga 2 Mei 2026, jumlah pengguna Commuter Line lintas Cikarang mencapai 574.644 pelanggan.
Anne Purba menyatakan bahwa "Kami memahami setiap perjalanan memiliki arti bagi setiap pelanggan. Karena itu, kami akan terus hadir mendampingi, memastikan layanan berjalan aman, dan menjaga keandalan operasional ke depan,".
- Penulis :
- Gerry Eka





