
Pantau - Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur mencetak puluhan juru sembelih halal profesional melalui pelatihan dan uji kompetensi di Surabaya guna memenuhi kebutuhan nasional yang masih kekurangan tenaga tersertifikasi.
Pelatihan dan Sertifikasi Juru Sembelih Halal
Sebanyak 35 peserta dari pengurus wilayah dan cabang ISNU se-Jawa Timur mengikuti pelatihan selama dua hari pada 2-3 Mei 2026 di Surabaya.
Sekretaris PW ISNU Jawa Timur Muhammad Dawud mengatakan seluruh peserta dinyatakan kompeten setelah melalui asesmen dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Kami menjaring para peserta dari kabupaten dan kota se-Jawa Timur untuk keperluan mendapatkan juru sembelih halal yang profesional. Dan alhamdulillah, oleh para asesor BNSP para peserta dinyatakan kompeten,” ungkapnya.
Peserta mendapatkan materi penyembelihan sesuai syariat dan standar teknis serta praktik langsung di Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian Surabaya.
Dawud menegaskan kebutuhan juru sembelih halal tersertifikasi di Indonesia mencapai puluhan ribu orang, sementara jumlah tenaga yang tersedia masih terbatas.
Perkuat Rantai Industri Halal
Menurut Dawud, kehalalan produk pangan hewani sangat ditentukan sejak proses penyembelihan sehingga diperlukan sumber daya manusia yang kompeten di sektor hulu.
"Karena itu, ISNU Jawa Timur berupaya menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang jaminan produk halal," ujarnya.
Narasumber kegiatan KH Ma’ruf Khozin menilai langkah ISNU penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk daging yang beredar di pasar.
“ISNU bisa menggapai kepada lapisan masyarakat yang paling bawah yang kebanyakan warga Nahdliyin. Sehingga masyarakat tidak ragu lagi terhadap daging-daging dan ayam yang dijual di pasar terkait kehalalannya,” katanya.
Ia menambahkan ISNU perlu terlibat aktif dalam rantai nilai industri halal secara profesional dan sistematis.
Sebelumnya, ISNU Jawa Timur juga telah mendampingi sekitar 200 ribu sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro melalui Lembaga Solusi Halal sebagai bagian penguatan ekosistem industri halal.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





