
Pantau - Sebanyak 22 Rukun Tetangga di Jakarta Timur terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 195 sentimeter akibat hujan deras dan luapan Kali Ciliwung.
Ketinggian Air Naik Drastis Sejak Malam
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat banjir mulai terjadi sejak Senin (4/5) sekitar pukul 20.00 WIB dengan ketinggian awal sekitar 30 sentimeter.
"Data genangan dan banjir di Kota Jakarta Timur hari ini kondisi sampai dengan pukul 06.00 WIB jumlah kecamatan terdampak ada dua, dengan kelurahan terdampak lima, sebanyak 11 RW, 22 RT," kata Kepala Satgas Penanggulangan Bencana Jakarta Timur Rangga Bima Setiawan.
Ia mengungkapkan air terus meningkat dalam beberapa jam hingga mencapai 175 hingga 195 sentimeter di sejumlah titik pada Selasa pagi.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Jatinegara dan Kramat Jati dengan lima kelurahan yakni Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, Balekambang, dan Cililitan.
Penyebab dan Penanganan di Lapangan
"Penyebab banjir karena curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung," ujarnya.
Di Bidara Cina, ketinggian air meningkat dari 30 sentimeter menjadi hingga 195 sentimeter, sementara di Kampung Melayu mencapai 100 hingga 120 sentimeter.
Ketinggian air di Cawang dan Cililitan berkisar 40 hingga 90 sentimeter, sedangkan di Balekambang kondisi air dilaporkan sudah surut.
BPBD menyatakan belum ada warga yang mengungsi dan sebagian besar masih bertahan di rumah masing-masing sambil memantau kondisi.
Petugas gabungan dari BPBD, PPSU, Dinas Sumber Daya Air, Satpol PP, Tagana, dan Gulkarmat terus melakukan penanganan di lokasi.
Rangga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi kenaikan air terutama saat hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.
- Penulis :
- Aditya Yohan





