
Pantau - Kementerian Pertahanan merinci sejumlah poin penguatan kerja sama militer antara Indonesia dan Jepang usai penandatanganan Defence Cooperation Arrangement (DCA) pada Senin (4/5) di Jakarta.
Kerja sama ini mencakup berbagai bidang strategis seperti pertukaran personel, pendidikan, penelitian, hingga latihan militer bersama.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyebut kesepakatan tersebut juga meliputi kerja sama keamanan maritim dan penanggulangan bencana.
"Kesepakatan ini mencakup peningkatan pertukaran personel, pendidikan dan penelitian, latihan bersama, kerja sama keamanan maritim, serta kerja sama dalam penanggulangan bencana," ungkapnya.
Buka Peluang Transfer Teknologi Pertahanan
Rico menjelaskan kerja sama ini juga membuka ruang kolaborasi di bidang peralatan dan teknologi pertahanan yang akan dikembangkan secara bertahap.
Menurutnya, kolaborasi dengan Jepang diharapkan mampu meningkatkan kualitas industri pertahanan dalam negeri.
Kerja sama ini juga dinilai dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan militer.
Implementasi Bertahap dan Saling Menguntungkan
Kemhan berencana mengimplementasikan kesepakatan tersebut melalui berbagai kegiatan militer ke depan.
Rico berharap kerja sama ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi kedua negara.
Penandatanganan DCA dilakukan oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi di Kantor Kemhan Jakarta.
Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan bilateral di bidang pertahanan antara Indonesia dan Jepang.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





