
Pantau - Pemerintah Kabupaten Batang menggencarkan program pendidikan kesetaraan melalui penyediaan Paket C gratis bagi 2.000 anak putus sekolah sebagai langkah awal menekan angka putus pendidikan di wilayah tersebut.
Program ini diumumkan Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Jawa Tengah, Selasa (5/5), sebagai respons terhadap tingginya angka pelajar yang keluar dari sistem pendidikan.
Data per April 2026 mencatat sebanyak 551 siswa SD, 1.400 siswa SMP, dan 1.145 siswa SMA/SMK telah putus sekolah.
"Prioritas kami tahun ini adalah program Paket C massal. Kami sediakan layanan Paket C gratis yang menyasar dua ribu anak," ungkapnya.
Faktor Ekonomi hingga Pengawasan Jadi Penyebab
Faiz menjelaskan fenomena putus sekolah dipicu berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari kondisi ekonomi keluarga hingga rendahnya motivasi belajar siswa.
Ia juga menyoroti perlunya penguatan pengawasan dari pemerintah untuk mencegah kasus serupa.
"Persoalan ini memang multi faktor. Ada faktor ekonomi di tingkat keluarga, faktor dari anak didik sendiri, dan tentu saja dari pemerintah terutama dalam hal mekanisme pengawasan," ujarnya.
Libatkan Desa dan Beri Insentif Penurunan Kasus
Pemkab Batang menggandeng perangkat desa untuk memperkuat pengawasan terhadap warganya sebagai bagian dari upaya penanganan.
Pemerintah daerah juga menyiapkan insentif berupa bantuan keuangan bagi desa yang berhasil menekan angka putus sekolah.
"Kami beri reward berupa bantuan keuangan untuk desa dengan tingkat putus sekolah paling rendah. Melalui kombinasi bantuan biaya pendidikan dan penguatan peran desa, kami optimistis dapat menekan angka putus sekolah," katanya.
Langkah ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Batang.
- Penulis :
- Aditya Yohan





