
Pantau - Sebanyak 4.357 calon haji gelombang pertama asal Provinsi Riau yang tergabung dalam Kloter BTH 3 hingga BTH 12 telah diberangkatkan menuju Tanah Suci Makkah melalui Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau Defizon mengatakan total jamaah dan petugas yang telah diberangkatkan mencapai 4.422 orang.
"Sudah genap 10 kloter jamaah haji asal Provinsi Riau yang tergabung dalam gelombang pertama telah diberangkatkan menuju Arab Saudi,” kata Defizon dalam keterangan yang diterima di Pekanbaru, Rabu.
Kloter Terakhir Bawa 434 Jamaah dan Petugas
Defizon menjelaskan kloter terakhir gelombang pertama membawa 434 orang yang terdiri atas jamaah haji, dua Petugas Haji Daerah (PHD), satu pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta empat petugas kloter.
Rombongan tersebut diberangkatkan menggunakan maskapai Saudi Airlines dari Batam pada Selasa (5/5).
Dalam proses pemberangkatan, satu calon haji asal Kabupaten Rokan Hulu batal berangkat, sementara tiga jamaah dari Siak dan Rokan Hulu masih menjalani perawatan di Batam bersama tiga orang pendamping.
"Pada kloter ini juga terjadi mutasi masuk, yakni satu jamaah dari Kloter BTH 03 asal Pekanbaru serta dua jamaah dari Kloter BTH 08 asal Rokan Hulu," ungkapnya.
Sejumlah Jamaah Tunda Keberangkatan
Defizon menyebut terdapat sejumlah jamaah yang mengalami penundaan maupun batal berangkat karena kondisi kesehatan dan faktor lainnya.
Data Kanwil Kemenhaj Riau mencatat 10 jamaah dirawat di Batam bersama delapan pendamping, lima orang dipulangkan ke daerah asal karena sakit, dua jamaah sakit di daerah, satu jamaah dalam kondisi hamil saat masuk embarkasi, dan satu orang wafat di daerah.
Ia mengingatkan jamaah untuk menjaga Kartu Nusuk selama berada di Arab Saudi karena dokumen tersebut menjadi akses utama pelaksanaan ibadah haji.
"Kartu Nusuk merupakan kartu pintar resmi dari Pemerintah Arab Saudi yang memuat data profil jamaah, informasi medis, serta jadwal kegiatan ibadah. Tanpa kartu ini, jamaah tidak dapat mengakses berbagai fasilitas, termasuk di kawasan Armuzna,” ujarnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





