HOME  ⁄  Nasional

BRIN Siapkan Lima Teknologi Unggulan untuk Lindungi Pantura dari Ancaman Banjir Rob

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BRIN Siapkan Lima Teknologi Unggulan untuk Lindungi Pantura dari Ancaman Banjir Rob
Foto: (Sumber: Arsip foto - Kendaraan bermotor yang didominasi pemilir melaju perlahan di jalur pantai utara (Pantura) Semarang-Demak yang tergenang banjir rob (limpasan air laut ke daratan), Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (27/3/2026). ANTARA FOTO/Aji Styawan/wpa.)

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan lima teknologi unggulan untuk melindungi kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura) dari ancaman banjir rob dan erosi yang terus meningkat.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan teknologi tersebut dirancang sebagai solusi konkret untuk memperkuat perlindungan wilayah pesisir sekaligus mendorong kemandirian teknologi nasional.

“Penguasaan teknologi oleh anak bangsa dapat menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan rob di Pantura sekaligus memperkuat kemandirian teknologi nasional,” kata Arif dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Lima Teknologi Disiapkan untuk Pantura

BRIN menyiapkan teknologi berupa tanggul tegak modular multifungsi dan blok modular beton yang berfungsi sebagai pelindung pantai sekaligus penangkap energi gelombang dan jalur transportasi.

Selain itu, BRIN juga mengembangkan unit lapis lindung breakwater dengan sistem saling mengunci otomatis yang dinilai lebih stabil dan efisien.

“Jadi ini adalah bentuk teknologi yang saya kira sangat penting karena memiliki stabilitas tinggi, lebih ekonomis dan juga produksinya lebih sederhana,” ujar Arif.

Teknologi tersebut diketahui telah diterapkan di 11 daerah, termasuk Nusa Penida pada 2025 setelah sebelumnya digunakan di Pacitan, Sanur, Tuban, dan Nias.

BRIN juga menghadirkan platform arus laut yang memungkinkan tanggul dan dermaga berfungsi sebagai pembangkit energi mandiri.

Pendekatan lain yang dikembangkan adalah hybrid eco-engineering yang menggabungkan rekayasa teknis dengan solusi berbasis alam untuk memperkuat perlindungan pesisir dan memulihkan ekosistem.

“Salah satu kelebihan dari teknologi ini adalah TKDN-nya lebih dari 70 persen,” katanya.

Pemerintah Susun Master Plan Pantura

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf mengatakan Presiden Prabowo Subianto meminta penyusunan master plan perlindungan Pantura segera diselesaikan.

Menurut Didit, pemerintah saat ini bekerja sama dengan berbagai kementerian, universitas, hingga tenaga ahli dalam menyusun rencana tersebut.

“Untuk teknologi kami dibantu oleh BRIN. Dengan teman-teman dari BRIN, sudah kita bicarakan lebih dari enam bulan, bagaimana teknologi yang digunakan,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan penanganan Pantura harus dilakukan secara terintegrasi karena kawasan tersebut memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi nasional.

AHY menyebut wilayah Pantura menyumbang sekitar 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan sekitar 55 juta penduduk tinggal di 20 kabupaten dan lima kota pesisir Jawa.

“Oleh karena itu, ini adalah urgensi yang kami harapkan mendorong dan menggerakkan semua,” tutur AHY.

Penulis :
Ahmad Yusuf