
Pantau - Siswa kelas 6 SDN Tebet Barat 08 Pagi, Jakarta Selatan tetap menjalani ujian semester secara tatap muka meski tembok sekolah roboh akibat turap terkikis air saat hujan deras melanda kawasan tersebut.
“Kelas 1-5 daring. Kelas 6 luring karena sedang ulangan semester,” kata Kepala Sekolah SDN Tebet Barat 08 Pagi Daryono kepada wartawan di Jakarta, Rabu.
Pihak sekolah memutuskan pembelajaran jarak jauh untuk siswa kelas 1 hingga kelas 5 demi menjaga keamanan selama proses perbaikan area sekolah berlangsung.
Tembok Roboh Diduga Akibat Turap Rusak
Daryono menjelaskan tembok roboh dipicu kerusakan turap di bawah bangunan yang tidak mampu menahan tekanan air deras saat hujan.
Ia mengatakan saat ini petugas masih membersihkan puing bangunan di area terdampak.
“Sekarang masih tahap membereskan puing,” ujarnya.
Sekolah juga telah berkoordinasi dengan koordinator kelas dan para guru untuk menerapkan sistem pembelajaran daring sejak menerima informasi robohnya tembok sekolah.
Kegiatan belajar mengajar masih menyesuaikan karena terdapat lima petak area kantin yang terdampak.
BPBD Sebut Faktor Usia Bangunan Jadi Penyebab
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan menyebut robohnya tembok sekolah disebabkan faktor usia bangunan yang sudah tua dan lapuk sejak 2015.
Bagian bawah tembok juga diketahui terkikis air sehingga berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.
Peristiwa robohnya tembok terjadi pada Senin (4/5) sekitar pukul 22.00 WIB dan mulai ditangani petugas pukul 22.30 WIB.
Petugas gabungan saat ini melakukan pemasangan karung, terpal, pengangkutan puing bangunan, hingga penopingan pohon untuk mencegah pohon tumbang.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun pengungsian akibat insiden tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan





