
Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur bersama Baznas Bazis membantu akses pendidikan bagi 297 warga melalui program pemutihan ijazah 2026 untuk warga yang mengalami kendala mengambil ijazah karena keterbatasan ekonomi.
Program Bantu Warga Lanjut Pendidikan dan Cari Kerja
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang selama ini terkendala melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja formal akibat ijazah yang tertahan.
"Program pemutihan ijazah 2026 kepada 297 warga penerima manfaat ini menyasar masyarakat yang mengalami kendala dalam memperoleh ijazah akibat keterbatasan ekonomi," kata Munjirin di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Rabu.
Ia menegaskan pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memutus rantai kemiskinan.
"Pendidikan adalah kunci utama. Dengan pendidikan, masyarakat memiliki kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan kesejahteraan hidupnya," ujarnya.
Menurut Munjirin, ijazah bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi simbol harapan dan akses terhadap masa depan yang lebih baik.
"Ijazah bukan sekadar dokumen, melainkan simbol harapan dan peluang. Ketika ijazah tertahan, maka yang ikut tertahan adalah kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, memperoleh pekerjaan yang layak, dan meningkatkan kesejahteraan," ungkapnya.
Pemutihan Ijazah Dinilai Bentuk Keberpihakan kepada Warga
Program pemutihan ijazah yang diinisiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Baznas Bazis dinilai menjadi bentuk nyata keberpihakan kepada masyarakat kurang mampu.
Momentum penyerahan bantuan tersebut juga bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 yang menegaskan pendidikan merupakan hak seluruh warga negara.
Program ini tidak hanya menyelesaikan persoalan administratif, tetapi juga membuka kembali akses pendidikan dan peluang kerja bagi penerima manfaat.
Munjirin berharap semakin banyak warga yang terbantu memperoleh hak pendidikan sehingga kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





