
Pantau - Banyu Biru Djarot menegaskan bahwa negosiasi Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat harus menguntungkan Indonesia serta tidak mencederai kedaulatan dan independensi negara.
Negosiasi ART dan Sikap Banyu Biru Djarot
Banyu Biru Djarot menyatakan bahwa setiap kesepakatan perdagangan internasional tidak boleh mengunci ruang gerak bangsa dan harus tetap menjaga independensi negara.
Banyu mengatakan "Harus dipastikan berbagai deal di berbagai lini jangan sampai ada yang mencederai kedaulatan dan independensi negara kita. Kita tidak boleh tergelincir dalam perjanjian yang justru mengunci ruang gerak bangsa sendiri," ia mengungkapkan.
Komisi VII DPR RI meminta pengawasan ketat terhadap seluruh klausul dalam perjanjian dagang ART antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Dampak terhadap UMKM dan Kedaulatan Digital
Banyu menilai perjanjian ART berpotensi mempengaruhi daya saing pelaku usaha mikro kecil dan menengah akibat masuknya produk impor dengan harga lebih murah.
Banyu menegaskan "Jangan sampai perjanjian ini justru memukul pelaku UMKM tekstil kita. Mereka adalah salah satu garda depan ekonomi rakyat. Negara wajib hadir memastikan mereka terlindungi dari persaingan yang tidak seimbang," ia menyampaikan.
Ia juga menyoroti bahwa data merupakan aset penting dalam ekonomi digital yang tidak boleh dikompromikan.
Banyu menyampaikan "Data adalah the new oil sekaligus aset bangsa. Dalam era ekonomi digital, perlindungan data tidak boleh dikompromikan,” ia menegaskan.
Ia mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi proses negosiasi ART agar berjalan transparan dan berpihak pada kepentingan nasional.
Ia menegaskan perlindungan UMKM serta kedaulatan digital harus menjadi prioritas utama dalam setiap kesepakatan perdagangan internasional yang dilakukan Indonesia.
- Penulis :
- Arian Mesa





