
Pantau - Menteri Luar Negeri RI Sugiono mendorong percepatan Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara atau Treaty of Amity and Cooperation (TAC) dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting/AMM) di Cebu, Filipina, Kamis.
Sugiono menilai ASEAN perlu memperkuat koordinasi untuk meningkatkan kohesi internal dan keterlibatan eksternal yang lebih berdampak dalam menghadapi dinamika geopolitik global saat ini.
"Di dunia yang semakin bergejolak, ASEAN tetap menjadi mitra yang terpercaya, stabil, dan dapat diandalkan; yang ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah aksesi ke TAC. Kita juga harus mempercepat prosesnya karena sangat jelas bahwa ASEAN dipercaya oleh mitra eksternal kita," kata Sugiono.
ASEAN Perkuat Kerja Sama Regional
Sugiono menyebut TAC menjadi instrumen penting untuk memperkuat kerja sama antara ASEAN dan negara-negara mitra dalam berbagai kepentingan bersama.
Ia menegaskan pendekatan inklusif ASEAN tetap menjadi kunci dalam mendorong keterlibatan eksternal yang lebih konstruktif di kawasan.
Terkait ASEAN Regional Forum (ARF), Sugiono mengatakan ASEAN perlu memiliki pendekatan lebih berwawasan terhadap moratorium mitra dialog.
Indonesia juga kembali menegaskan dukungannya terhadap Turki untuk menjadi mitra dialog penuh ASEAN.
Filipina Jadi Tuan Rumah KTT ASEAN 2026
Filipina menjadi tuan rumah KTT ASEAN 2026 dan rangkaian pertemuan terkait yang mengusung tema "Menavigasi Masa Depan Kita, Bersama".
Menjelang KTT ke-48 ASEAN pada Jumat (8/5), sejumlah pertemuan tingkat menteri digelar lebih dahulu pada Kamis, termasuk Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN dan Pertemuan ke-31 Dewan Komunitas Politik-Keamanan ASEAN.
ASEAN juga memperingati 50 tahun TAC pada 2026 yang menandai lima dekade perdamaian, stabilitas, dan kerja sama regional.
Hingga saat ini terdapat 57 negara yang telah menandatangani TAC ASEAN, termasuk Aljazair dan Uruguay yang bergabung pada 2025.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





