HOME  ⁄  Nasional

Menteri Abdul Mu’ti Menilai Denpasar Education Festival 2026 Perkuat Pendidikan Lingkungan dan Kesadaran Ekologis

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Menteri Abdul Mu’ti Menilai Denpasar Education Festival 2026 Perkuat Pendidikan Lingkungan dan Kesadaran Ekologis
Foto: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memberikan keterangan kepada wartawan terkait penyelenggaraan Denpasar Education Festival di Denpasar, Bali, Kamis (7/5/2026). (sumber: ANTARA/Rolandus Nampu)

Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan Denpasar Education Festival 2026 sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengajarkan anak-anak agar peduli terhadap lingkungan melalui pendidikan berbasis ekologis.

Festival pendidikan tersebut mengusung tema "EduGreen dari Sekolah Sehat Wujudkan Denpasar Bersih" dan dinilai mampu memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan serta kepedulian terhadap lingkungan.

Abdul Mu’ti mengaku bahagia kembali menghadiri kegiatan tersebut setelah sebelumnya juga hadir pada pelaksanaan tahun lalu.

"Saya merasa sangat berbahagia dan menyampaikan apresiasi kepada Bapak Wali Kota, Bapak Wakil Wali Kota dan seluruh jajaran atas penyelenggaraan Denpasar Education Festival tahun 2026," ungkap Abdul Mu’ti.

Tema EduGreen Dinilai Sejalan dengan Program Pemerintah

Abdul Mu’ti menyampaikan tema EduGreen sangat relevan dengan arah kebijakan pemerintah pusat yang sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto terkait gerakan budaya hidup aman, sehat, resik, dan indah.

Ia menjelaskan kebijakan tersebut juga selaras dengan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang pembangunan budaya dan gerakan sekolah aman dan nyaman.

Menurut Abdul Mu’ti, perubahan iklim dan pemanasan global menjadi tantangan besar yang dihadapi dunia saat ini.

Ia menilai dampak perubahan iklim berpengaruh langsung terhadap kerusakan lingkungan dan keberlangsungan hidup manusia.

Abdul Mu’ti menyebut Indonesia akan sangat terdampak akibat perubahan iklim karena sebagian besar masyarakat masih bergantung pada sektor pertanian.

Selain sektor lingkungan dan pertanian, perubahan iklim juga dinilai memengaruhi kesehatan masyarakat akibat meningkatnya suhu global dan berbagai efek turunan lainnya.

Pendidikan Dinilai Harus Membentuk Kecerdasan Ekologis

Karena itu, Abdul Mu’ti mendukung penguatan pendidikan berbasis lingkungan sejak di bangku sekolah.

Ia menegaskan hubungan antara manusia, alam, Tuhan, dan kehidupan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Menurutnya, pandangan tersebut juga sejalan dengan ajaran Hindu yang memandang alam bukan sekadar objek, melainkan bagian penting dalam menjaga kelestarian dan kebahagiaan hidup manusia.

Abdul Mu’ti menekankan pendidikan tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga harus membentuk kecerdasan emosional, spiritual, dan ekologis peserta didik.

"Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan bagaimana kita membangun generasi Indonesia yang memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan kecerdasan ekologis," ujar Abdul Mu’ti.

Ia menambahkan berbagai kajian menunjukkan keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik semata.

Faktor lain yang dinilai menentukan keberhasilan seseorang meliputi kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, kemampuan menghadapi kehidupan sosial, serta kemampuan menghadapi tantangan global.

Penulis :
Leon Weldrick