HOME  ⁄  Nasional

TA Khalid Pastikan Stok Beras Aceh Aman hingga Akhir 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

TA Khalid Pastikan Stok Beras Aceh Aman hingga Akhir 2026
Foto: (Sumber: Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid, usai kunjungan kerja masa sidang IV Tahun 2025–2026 ke Gudang Perum Bulog di Desa Ulee Blang Mane, Kota Lhokseumawe, Minggu (3/5/2026). Foto: Hal/Karisma.)

Pantau - Anggota Komisi IV DPR RI TA Khalid memastikan stok beras di Provinsi Aceh dalam kondisi aman dan mencukupi hingga akhir tahun 2026 setelah melakukan kunjungan kerja ke Gudang Perum Bulog di Kota Lhokseumawe.

Kunjungan kerja masa sidang IV Tahun 2025–2026 tersebut dilakukan di Gudang Perum Bulog Desa Ulee Blang Mane, Kota Lhokseumawe, Minggu (3/5/2026).

Berdasarkan data Bulog se-Aceh, cadangan beras saat ini mencapai 117.967 ton dengan realisasi pengadaan dalam negeri sebesar 84.635 ton atau 63,02 persen dari target tahun 2026.

Menurut TA Khalid, capaian tersebut menunjukkan kondisi ketahanan pangan Aceh masih terjaga dan relatif terkendali.

DPR Dorong Pembangunan Penggilingan Padi Modern

TA Khalid menilai penguatan sektor pangan tidak cukup hanya dengan menjaga ketersediaan stok beras, tetapi juga harus dibarengi pembangunan infrastruktur pendukung.

Ia mendorong pembangunan Rice Milling Unit (RMU) atau penggilingan padi modern di Aceh untuk meningkatkan kualitas hasil panen petani dan nilai tambah beras lokal.

“Sudah saatnya Bulog Aceh memiliki RMU. Gabah kita melimpah, masa tidak ada penggilingan sendiri untuk menjaga kualitas produk,” ujar legislator Partai Gerindra tersebut.

Selain RMU, ia juga meminta penambahan gudang penyimpanan beras di setiap kabupaten dan kota untuk mengantisipasi kondisi darurat akibat bencana.

“Kalau tidak ada cadangan beras saat bencana, itu bisa memicu kepanikan di masyarakat,” katanya.

Hilirisasi Sawit Dinilai Perkuat Ekonomi Lokal

TA Khalid juga menyoroti potensi komoditas kelapa sawit Aceh yang dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal.

Ia mendorong pembangunan fasilitas refinery atau kilang minyak untuk mengolah crude palm oil (CPO) menjadi minyak goreng siap konsumsi.

“Aceh melimpah CPO, tapi kenapa tidak kita olah sendiri. Kita bisa bangun refinery untuk memenuhi kebutuhan lokal, bahkan jika kompetitif bisa dipasarkan ke daerah lain seperti Medan,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Aceh Alhori mengatakan stok beras Bulog Aceh saat ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Bulog Aceh.

“Stok Bulog Aceh saat ini merupakan yang tertinggi sejak Bulog Aceh berdiri,” ujar Alhori.

Ia menambahkan Bulog siap menindaklanjuti pembangunan infrastruktur pangan seperti RMU melalui koordinasi bersama pemerintah daerah.

“Untuk infrastruktur seperti RMU, saat ini kami tindak lanjuti dengan koordinasi bersama Pemda terkait lahan dan kebutuhan lainnya. Prinsipnya Bulog siap,” katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf