HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Bengkulu Catat 353 Warga Ajukan Kerja ke Luar Negeri sebagai PMI

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemkot Bengkulu Catat 353 Warga Ajukan Kerja ke Luar Negeri sebagai PMI
Foto: (Sumber: Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Bengkulu, Jumat (8/5/2026). ANTARA/Anggi Mayasari.)

Pantau - Pemerintah Kota Bengkulu mencatat sebanyak 353 warga mengajukan bekerja ke luar negeri sebagai calon pekerja migran Indonesia atau PMI selama periode Januari hingga April 2026.

Dari total pengajuan tersebut, sebanyak 73 orang dinyatakan lolos verifikasi dan siap diberangkatkan ke negara tujuan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bengkulu Sutapa mengatakan Taiwan masih menjadi negara tujuan yang paling diminati para calon PMI asal Bengkulu.

“Untuk negara tujuan yang paling diminati saat ini adalah Taiwan, karena peluang kerjanya besar dan penghasilannya relatif lebih tinggi,” kata Sutapa di Bengkulu, Jumat, 8 Mei 2026.

Taiwan dan Jepang Jadi Tujuan Favorit PMI

Sutapa menjelaskan pola penempatan PMI masih sama seperti tahun sebelumnya.

PMI perempuan didominasi bekerja di sektor domestik sebagai pengasuh lanjut usia hingga asisten rumah tangga.

Sementara PMI laki-laki banyak ditempatkan di sektor konstruksi dan perkebunan kelapa sawit.

“Kami imbau calon PMI mengikuti prosedur yang sah. Jangan tergoda jalur ilegal, karena risikonya sangat besar, mulai dari penipuan hingga masalah hukum di negara tujuan,” ujarnya.

Ia menegaskan setiap warga yang ingin bekerja di luar negeri wajib memiliki rekomendasi dari Disnaker guna memastikan legalitas dan perlindungan hukum dari negara.

Selain itu, calon PMI juga harus memiliki perjanjian kerja dengan perusahaan penyalur tenaga kerja yang disahkan Disnaker serta melengkapi paspor dan identitas lainnya.

Biaya Keberangkatan Capai Puluhan Juta Rupiah

Disnaker Kota Bengkulu menyebut biaya keberangkatan PMI bervariasi tergantung negara tujuan.

Untuk bekerja di Taiwan, biaya keberangkatan berkisar Rp30 juta hingga Rp40 juta per orang.

Sementara biaya keberangkatan ke Jepang mencapai Rp50 juta hingga Rp60 juta per orang termasuk biaya administrasi, transportasi, dan uang saku.

Sutapa mengatakan biaya tersebut umumnya ditanggung terlebih dahulu oleh perusahaan penyalur PMI dan nantinya dipotong dari gaji pekerja setiap bulan sesuai kesepakatan.

Menurut dia, meningkatnya jumlah warga yang bekerja di luar negeri turut membantu menekan angka pengangguran di Kota Bengkulu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah pengangguran di Kota Bengkulu saat ini mencapai 10.156 orang.

Penulis :
Ahmad Yusuf