
Pantau - Tiga warga negara asing asal Singapura berhasil dievakuasi Tim SAR Gabungan setelah terdampak erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat pagi.
Ketiga korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah sempat terjebak di jalur pendakian akibat meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Dukono.
Korpos SAR Tobelo Rudin Jasrodji mengatakan kondisi para korban dalam keadaan sadar dan stabil usai proses evakuasi dilakukan.
“Tiga korban WNA Singapura dalam kondisi sadar dan stabil. Mereka mengalami luka ringan akibat paparan abu vulkanik dan kelelahan,” ungkap Rudin.
Ketiga WNA tersebut diketahui bernama Toh Yu Ming Eugene berusia 30 tahun, Ong Shilin Selene berusia 37 tahun, dan Phoebe Lim berusia 33 tahun.
Evakuasi Berlangsung Menantang
Para korban sempat melakukan evakuasi mandiri sebelum akhirnya bertemu dengan Tim SAR Gabungan di jalur pendakian Gunung Dukono.
Tim SAR kemudian mendampingi ketiganya menuju Pos Pemantau untuk mendapatkan penanganan medis awal.
Setelah tiba di Pos Pemantau, tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Halmahera Utara langsung melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para korban.
Ketiganya direncanakan dibawa ke RSUD Tobelo guna menjalani observasi lanjutan untuk memastikan kondisi kesehatan tetap stabil.
Rudin mengatakan proses evakuasi berlangsung cukup menantang karena medan pendakian licin dan tertutup abu vulkanik.
Tim SAR juga harus bergerak cepat untuk memastikan seluruh pendaki dapat dievakuasi dengan aman di tengah aktivitas vulkanik yang masih tinggi.
Tim SAR Lanjutkan Evakuasi Pendaki Lain
Evakuasi tiga WNA tersebut merupakan bagian dari operasi penyelamatan terhadap total 20 pendaki yang terdampak erupsi Gunung Dukono.
Hingga pukul 15.30 WIT, Tim SAR Gabungan masih bergerak dari Pos 5 menuju Pos 6 untuk mengevakuasi pendaki lainnya.
Gunung Dukono merupakan salah satu gunung api aktif di Maluku Utara dengan aktivitas erupsi yang cukup tinggi.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sebelumnya mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak beraktivitas dalam radius bahaya yang telah ditetapkan.
Imbauan tersebut diberikan karena potensi lontaran material vulkanik dan sebaran abu vulkanik masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
Tim SAR Gabungan terus berupaya mempercepat proses evakuasi seluruh pendaki dengan mengutamakan keselamatan personel dan korban di tengah kondisi cuaca serta aktivitas vulkanik yang masih dinamis.
- Penulis :
- Shila Glorya





