
Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, meminta sekitar 5.000 guru peserta Program Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) membiasakan penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa percakapan di kelas guna meningkatkan kemampuan berbicara murid sejak dini.
Atip menyampaikan hal tersebut dalam peluncuran program PKGSD yang disiarkan secara daring melalui YouTube Kemendikdasmen di Jakarta Pusat, Jumat.
Menurut Atip, pembelajaran Bahasa Inggris tidak boleh hanya berhenti sebagai mata pelajaran yang berfokus pada teori dan nilai rapor semata.
Ia menilai Bahasa Inggris harus digunakan secara aktif dalam percakapan sehari-hari di ruang kelas agar guru dan murid lebih percaya diri saat berbicara.
"Karena sampai kiamat pun, maka tidak akan menjadikan anak didik kita itu mahir berbahasa. Saya sampai SMA itu hanya bisa membaca saja, untuk listening juga masih tebal telinga, apalagi untuk speaking," ungkap Atip.
Guru Diminta Aktif Berdialog dalam Bahasa Inggris
Atip mengatakan guru perlu membiasakan dialog menggunakan Bahasa Inggris selama proses belajar mengajar berlangsung.
"Singkatnya, nanti bapak dan ibu guru berdialoglah dalam Bahasa Inggris ketika pelajaran Bahasa Inggris itu," katanya.
Menurut dia, penggunaan Bahasa Inggris sebagai alat komunikasi di kelas dapat menghilangkan rasa terpaksa dalam mempelajari bahasa asing tersebut.
Ia menilai pembiasaan mendengar dan berbicara akan membuat murid lebih mudah memahami percakapan dalam Bahasa Inggris.
"Jadi bagi bahasa, tidak ada gunanya di rapor Bahasa Inggris nilainya sembilan, tapi ketika dia diajak untuk berbicara tidak paham," tegasnya.
Kemendikdasmen Targetkan 10 Ribu Guru Ikut Program
Program PKGSD-MBI menjadi bagian dari persiapan implementasi Kebiasaan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib bagi murid kelas 3 SD mulai tahun ajaran 2027/2028.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menyampaikan sebanyak 5.777 guru dari 34 provinsi dan 177 kabupaten/kota mengikuti pelatihan tahap pertama.
Kemendikdasmen menargetkan sebanyak 10 ribu guru mengikuti program PKGSD-MBI sepanjang tahun 2026.
- Penulis :
- Arian Mesa





