HOME  ⁄  Nasional

Polda Papua Selidiki Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe Usai Persipura Kalah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Polda Papua Selidiki Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe Usai Persipura Kalah
Foto: (Sumber: Personel Polri saat melakukan identifikasi terkait kendaraan yang dibakar saat kerusuhan usai Persipura kalah melawan Adyaksa 0-1. ANTARA/HO-Humas Polda Papua.)

Pantau - Polda Papua masih mendalami penyebab kerusuhan yang terjadi di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, usai laga Persipura melawan Adhyaksa FC pada Jumat malam (8/5/2026).

Kerusuhan terjadi setelah Persipura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC yang memicu kekecewaan sejumlah suporter hingga berujung aksi perusakan dan pembakaran kendaraan.

Polisi Data Kerusakan dan Korban Luka

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan tim Inafis Polda Papua dan Reskrim Polres Jayapura masih melakukan pendataan terkait dampak kerusuhan tersebut.

"Untuk memastikan penyebab kerusuhan hingga kini masih didalami namun penyebab awal diduga akibat kekecewaan setelah tim kebanggaan masyarakat di Tanah Papua Persipura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC," kata Cahyo di Jayapura, Sabtu (9/5/2026).

Dari data awal, polisi mencatat sebanyak 64 kendaraan roda dua dan roda empat dibakar, dirusak, maupun dilaporkan hilang akibat insiden tersebut.

Selain kerusakan kendaraan, sebanyak 11 orang dilaporkan mengalami luka-luka termasuk 10 anggota Polri yang sedang melakukan pengamanan pertandingan.

Satu Anggota Polisi Masih Dirawat

Cahyo menyebut satu anggota Polri bernama Ipda Arjuna yang bertugas di Polres Jayapura masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara akibat luka yang dialaminya.

"Satu anggota Polri seorang anggota yakni Ipda Arjuna yang bertugas di Polres Jayapura saat ini masih dirawat di RS Bhayangkara akibat luka yang dialaminya," ungkap Cahyo.

Polda Papua hingga kini belum dapat memastikan total kerugian akibat kerusuhan karena proses pendataan dan penyelidikan masih berlangsung.

"Pendataan masih berlanjut untuk memastikan berapa besar kerugian akibat kerusakan tersebut," ujar Cahyo.

Penulis :
Ahmad Yusuf